Pemko Diminta Lobi Pusat Danai Pembangunan Pasar Induk

Kendala yang dihadapi penyediaan anggaran sementara harapan Pemko Banjarmasin mendapatkan bantuan guna merealisasikan pusat pemasaran berbagai hasil pertanian

BANJARMASIN, KP – Status sebagai kota perdagangan dan jasa tidak lantas membuat Kota Banjarmasin memiliki infrastruktur yang lengkap. Salah satunya ibu kota Kalsel ini belum memiliki Pasar Induk.

Pihak Pemko Banjarmasin sebenarnya sudah lama merencanakan membangun pasar induk. Namun program itu hingga kini masih sekedar wacana.

Salah kendala dihadapi adalah terkait soal penyediaan anggaran. Sementara harapan Pemko Banjarmasin mendapatkan bantuan guna merealisasikan pusat pemasaran berbagai hasil pertanian itu sampai sekarang belum mendapat respon dari pemerintah pusat.

Menyikapi belum terealisasinya rencana pembangunan Pasar Induk tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Faisal Hariyadi berharap, agar pihak Pemko terus melakukan lobi kepada pemerintah pusat khususnya melalui Kementerian Perdagangan.

“Masalahnya, karena sesuai permintaan Presiden Joko Widodo, idealnya seluruh Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia memiliki Pasar Induk,“ ujarnya kepada {KP} Seni. (15/11/2021) kemarin.

Ia mengungkapkan, pembangunan Pasar Induk sudah cukup lama direncanakan. Bahkan , anggaran untuk penyediaan lahan untuk merealisasikan pembangunan Pasar Induk tersebut pernah diusulkan oleh pihak Pemko Banjarmasin.

Faisal menyebutkan, rencananya lahan yang akan dibebaskan dan dianggap paling tepat untuk membangun Pasar Induk salah satunya berada di kawasan Jalan Lingkar Selatan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Berita Lainnya
1 dari 3.926

Dipilihnya Jalan Lingkar Selatan Basirih ujarnya,, karena disamping lahannya masih cukup tersedia, kawasan itu berdekatan dengan Pelabuhan Trisakti.

Dengan lahan yang direncanakan itu lanjutnya, diharapkan seluruh hasil-hasil pertanian yang didatangkan khususnya dari pulau Jawa bisa langsung dibawa ke Pasar Induk, tanpa lagi memasuki jalan dalam kota.

Menurutnya, rencana ini sekaligus untuk mengatasi kemacetan jalan dalam kota yang kini dirasakan sudah sangat padat.

“Salah satunya akibat truk berukuran besar maupun kontainer yang membawa muatan berbagai barang dan bahan-bahan pokok lainnya, termasuk hasil pertanian yang didatangkan dari luar daerah,’’ kata Faisal Hariyadi.

Lebih jauh ia mengatakan, anggaran pembangunan Pasar Induk diharapkan bersumber dari bantuan pemerintah pusat. Sedangkan Pemko Banjarmasin hanya mempersiapkan anggaran untuk penyediaan pembebasan lahan.

Ia menilai, adanya Pasar Induk sangat penting dalam kerangka untuk memberikan kenyamanan bagi pedagang berbagai komoditas berbagai hasil pertanian dalam bertransaksi.

Pasar Induk jaya Faisal Hariyadi, merupakan pusat grosir penyediaan kebutuhan pertanian. Dari pasar itulah nantinya pedagang kecil melakukan transaksi untuk selanjutnya berbagai hasil pertanian itu kemudian didistribusikan atau dijual kembali ke seluruh pasar yang tersebar di Banjarmasin, maupun di daerah lain dalam wilayah Kalsel .

“Seperti Pasar Induk Kramat Jati di DKI Jakarta yang secara khusus sebagai pusat grosir komoditas memperdagangkan hasil pertanian ,” demikian kata Faisal Hariyadi. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya