Rumah Bertingkat Dua di Kelayan Mendadak Roboh

beberapa hari lalu sudah mendegar pondasi rumahnya ada yang bergeser

BANJARMASIN, KP – Warga Kelayan A digegerkan dengan adanya sebuah Rumah bertingkat dua di Jalan Kelayan A, RT 2, Kelurahan Kelayan Luar yang mendadak pondasinya roboh Kebelakang Sungai, Sabtu (27/11/2021) sekitar pukul 10.30 Wita.

Supiannor (54) warga setempat yang berada tidak jauh dari lokasi mengatakan, rumah tersebut dihuni oleh satu keluarga dan seketika siang tadi menadak roboh. “Tidak tahu juga, tiba-tiba roboh,” ujarnya.

Namun, sebelumnya kata Supiannor, penghuni rumah tersebut sedari pagi sudah mulai mengeluarkan sebagian isi rumah. Seperti lemari dan perabotan lain.

“Saya dari pagi melihat penghuni sudah mengeluarkan barang-barang, mungkin menurut saya mereka sudah mengetahui akan terjadi seperti ini,” tuturnya.

Pemilik rumah roboh itu, H Baihaqi mengatakan, bahwa sekitar beberapa hari lalu memang sudah mendegar pondasi bagunan rumahnya ada yang bergeser.

“Sekitar beberapa hari lalu pada malam Jumat (26/11) saat air sungai pasang masuk rumah sekitar 20 centimeter memang terdengar suara pondasi bergeser,” jelasnya.

Menurutnya, pergeseran pondasi itu diduga akibat sejak dua pekan lalu, air sungai Kelayan yang pasang mengakibatkan licinnya pondasi sehingga terjadi pergeseran.

Berita Lainnya
1 dari 1.891
loading...

“Jadi dari 2 hari itu saya bersama keluarga 7 orang yang tinggal secara perlahan sudah mengeluarkan sebagian barang, tapi terkendala air pasang,” tuturnya.

Lebih lanjut, H Baihaqi mengungkapkan bagunan tersebut sudah ada sejak tahun 1960 berbahan ulin. Namun di tahun 2002 dilakukan renovasi yang juga dijadikan kios pulsa untuk tempat usaha keluarga.

“Jadi sementara ini saya akan tinggal di tempat keluarga,” pungkasnya.

Staf BPBD Banjarmasin Andi menjelaskan, robohnya rumah tersebut diduga karena terjadinya abrasi atau pengikisan tanah di Sungai Kelayan.

“Setelah kita lihat langsung di lapangan tadi, dugaan sementara terjadinya abrasi, karena struktur tanah di dasar Sungai Kelayan itu yang sudah tidak mendukung sehingga terjadinya pergeseran,” jelasnya.

Ditambah bagunan yang berawal dari kayu itu, dironovasi menjadi semi permanen dengan masih menggunakan pondasi yang dulu. Juga dinilai bisa menjadi kemungkinan penyebab robohnya bagunan tersebut.

“Jadi pondasi bawah tidak mendukung lagi yang awalnya bagunan kayu jadi semi permanen yang tidak kuat lagi untuk menopang, ditambah air sungai sering pasang,” ujarnya.

Menurutnya air pasang tersebut, juga dinilai memberikan pengaruh yang mengakibatkan ada pergeseran di bagian bawah.(fik)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya