Rusak Menahun, Rumah Rukmini Akhirnya Direhab

Banjarmasin, KP – Salah satu rumah warga milik Rukmini di Jalan Sutoyo S, Gang Kubur, RT 36, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah yang sudah rusak menahun terlihat mengenaskan.

Pasalnya, ketika Kalimantan Post mendatangi ke lokasi, istana kecil milik wanita berusia 61 tahun itu nampak hancur berantakan.

Tidak hanya itu, kayu yang jadi bahan utama rumah Rukmini sudah nampak reot dan lapuk akibat termakan usia.

Bahkan beberapa tiang yang menjadi tumpuan utama berdirinya rumah tersebut juga terlihat lepas. Kondisi itu tentu sangat rawan roboh sehingga membahayakan bagi dirinya dan keluarganya.

Rukmini menceritakan, kondisi itu ternyata sudah lama dirasakannya, mirisnya lagi sampai sekarang tak diperbaiki lantaran tidak memiliki biaya.

Alhasil, rumah yang telah didiami Rukmini sejak 1980 itu, kini kondisinya sudah sangat tidak layak untuk dihuni.

“Dulu saya bekerja sebagai buruh cuci. Namun sudah dua tahun terakhir ini tidak lagi, karena sekarang lagi pandemi Covid-19. Jadi tidak punya uang untuk memperbaiki. Apalagi suami sudah lama meninggal dunia,” ungkapnya menceritakan sambil terisak.

Menurutnya, kerusakan rumah semakin bertambah akibat terendam banjir yang terjadi pada awal tahun 2021 kemarin.

Akibat kondisi yang tidak memungkinkan itu, Rukmini mengaku sudah empat tahun terakhir ini tidak lagi menempati rumahnya.

Ia bersama dua anaknya terpaksa harus pindah rumah sewaan yang di jalan Cempaka 2, Kelurahan Sungai Miai, Kecamat

Berita Lainnya
1 dari 3.937

“Anak semuanya ada 7 orang. Tapi cuma dua yang ikut tinggal sama saya. Sisanya sudah tinggal bersama keluarga,” ungkapnya.

Sekarang, kesedihan Rukmini tampaknya bisa terobati. Pasalnya, rumah miliknya bakal diperbaiki melalui program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS – Rutilahu).

“Beliau warga Miskin dan juga masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” ucap Iwan Ristianto, Kepala Dinas Sosial Banjarmasin, disela-sela penyerahan secara simbolis bantuan sosial Rutilahu oleh Wali Kota, Ibnu Sina, Rabu (17/11) siang.

Selain itu menurut Iwan, rumah milik Rukmini juga memenuhi verifikasi untuk menerima program bantuan itu.

Seperti misalnya tanah bangunan milik sendiri, dan tidak berada di jalur yang dilarang Pemerintah. Kemudian tidak bermasalah, seperti utang piutang atau waris.

“Bentuk bantuannya berupa uang sebesar Rp24 juta yang diserahkan langsung ke rekening yang bersangkutan. Lalu uang itu dipergunakan untuk membeli bahan bangunan dan upah tukang, dengan waktu pengerjaan selama 20 hari,” jelasnya.

“Kita juga punya pendamping di setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bergerak untuk melihat pekerjaannya. Insyallah uang dan waktu yang diberikan itu cukup untuk menjadikan yang lebih layak,” sambungnya.

Lebih jauh, Iwan menjelaskan, pada tahun ini ada sebanyak 153 rumah warga yang diusulkan menerima program RS-Rutilahu.

Namun setelah diverifikasi, hanya ada 83 rumah yang memenuhi syarat, tersebar di lima kecamatan.

“Paling banyak ada di Kecamatan Banjarmasin Utara di kelurahan Antasan Kecil Timur (AKT) sebanyak 25 rumah,” imbuhnya.

“Tahap awal mereka mengusulkan, syaratnya diinformasikan di Sosial Media kita. Lalu kita konfirmasi ke RT, lurah dan camat setempat untuk membantu verifikasi,” tutupnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya