melihat korban masih bernapas warga langsung membawanya ke Rumah Sakit
BANJARMASIN, KP – Seorang Wakar (penjaga malam) bernama Hasroniansyah alias Roni (30), ditemukan bersimbah darah oleh warga di depan Gang 5 Oktober Jalan Simpang Anem RT 21, Kelurahan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat, Jumat (19/11).
Hal inilah membuat geger warga sekitar geger ketika melihat warga Jalan Simpang Anem Banjarmasin Barat itu sudah bersimbah darah.
Karena melihat korban masih bernapas warga langsung membawanya ke Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin.
Setelah mendapatkan perawatan Intensif korban dirujuk kembali ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, untuk perawatan medis lebih lanjut.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke Mapolsekta Banjarmasin Barat.
Dari keterangan Iful, Ketua RT 21 Simpang Anem, korban ditemukan sudah dalam keadaan tergeletak bersimbah darah oleh warga setempat pada pagi hari.
Di lokasi kejadian pun turut pula ditemukan senjata tajam (sajam) yang diduga digunakan dalam insiden ini.
Kapolsekta Banjarmasin Barat, AKP Faisal Rahman SIK, melalui Kanit Rekrim, Ipda Agustian Hendra Ginting, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penganiayaan ini.
Dan tak butuh waktu lama, pelaku dugaan penusukan terhadap Roni berhasil diamankan pihak kepolisian dari tim gabungan.
Pelaku diketahui bernama Syahrun alias Arun (33), diamankan saat berada di Jalan Gubernur Subarjo Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Jumat (19/11), sekitar pukul 18.30 WITA.
“Penangkapan dilakukan anggota Buru Sergab (Buser) Polsekta Banjarmasin Barat di Back-up Tim Gabungan,” ujarnya.
Dari warga Jalan Simpang Anem Gang 5 Oktober RT 21 Banjarmasin Barat ini, anggota menyita barang bukti berupa satu bilah senjata tajam (sajam) jenis belati dengan panjang 25 cm.
Hingga berita ini diturunkan, pelaku Arun sedang menjalani pemeriksan di Polsekta Banjarmasin Barat.
“Ini pelaku sudah dibawa ke Polsek Barat guna menjalani pemeriksaan,” jelas salah satu anggota.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pelaku dengan korban merupakan teman dekat.
Waktu itu korban diduga sedang minum alkohol bersama dengan temannya. Lalu meminta uang dengan pelaku.
Lalu Arun seharinya bekerja sebagai buruh bangunan nekat menghabisi korban Roni diduga lantaran kesal. Sebab, korban memaksa meminta sejumlah uang kepada pelaku Harun untuk membeli minuman keras
Penolakan pelaku untuk memberikan uang dengan alasan tidak ada, rupanya membuat korban “naik pitam” dan langsung mengeluarkan “wasi”.
Merasa tertantang, pelaku dalam kondisi pengaruh minuman keras juga mengeluarkan “wasi” dan mengarahkan ke arah ke tubuh korban.
kemudian korban ditemukan warga sekitar sudah tergeletak bersimbah darah di Tempat Kejadian Pekara.
Setelah di cek korban masih bernafas dan langsung dibawa kerumah sakit oleh rekanan emergensi (BPK simpang anem) ke Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin. (fik/yul/K-4)















