Covid-19 Melandai, PKL dan Warung Makan Mulai Ramai

Rama mengakui, pembatasan waktu berjualan hingga pukul 21.00 wita saat penerapan PPKM level IV lalu sangat menyulitkan bagi PKL yang mulai berjualan pada sore hari, karena dikejar waktu tutup warung.

BANJARMASIN, KP – Pedagang kaki lima (PKL) maupun warung makan di Banjarmasin kini mulai ramai, menyusul Covid-19 yang kini melandai, sehingga usaha mereka sudah mengalami perbaikan.

Hal ini dikarenakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sudah mengalami penurunan, sehingga PKL bisa berjualan dengan bebas, tanpa pembatasan waktu berjualan.

Kondisi ini juga didukung dengan aktivitas masyarakat di berbagai bidang, baik sekolah, tempat usaha maupun perkantoran yang mulai normal.

“Alhamdulillah, kita kini bisa berjualan dengan normal, tanpa dibatasi waktu berjualan lagi,” kata Rama, salah satu PKL di kawasan Kayu Tangi.

Rama mengakui, pembatasan waktu berjualan hingga pukul 21.00 wita saat penerapan PPKM level IV lalu sangat menyulitkan bagi PKL yang mulai berjualan pada sore hari, karena dikejar waktu tutup warung.

“Bahkan merasa dilema untuk berjualan, karena lebih banyak mengalami kerugian dibandingkan untung, akibat dagangan yang tidak laku di jual,” tambah warga di Kelurahan Sungai Andai.

Berita Lainnya

Enam Pertashop Beroperasi di Tapin

1 dari 1.047

Namun dengan penurunan level PPKM tersebut, maka dirinya bersama PKL lainnya dapat berjualan pada malam hari hingga dagangan yang disiapkan habis terjual.

“Karena rata-rata habis berjualan nasi goreng dan lainnya berkisar pada pukul 23.00 wita,” ujar Rama.

Selain itu, juga terjadi perubahan pola masyarakat yang membeli makanan, karena lebih banyak dibungkus dan dimakan di rumah, dibandingkan di tempat atau warung.

“Kita memang menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun untuk mendukung penerapan protokol kesehatan, terutama bagi pembeli yang ingin makan di tempat,” jelasnya.

Hal yang sama juga dialami Yulianto, yang penjualan warung ayam gepreknya mengalami peningkatan, seiring dengan aktivitas masyarakat yang mulai pulih.

“Kini kantor dan sekolah sudah mulai aktif, sehingga pembeli kembali mengunjungi warung untuk makan siang,” kata Yulianto.

Namun demikian, pembeli umumnya dibungkus daripada makan di tempat, atau pelanggan membeli dengan memesan langsung melalui whatsapp ataupun telepon.

“Nanti dikirim via kurir, sehingga pelanggan tetap bisa menikmati ayam geprek ataupun lalapan di kantor atau rumahnya,” ujar ayah dua anak ini. (lyn/K-1))

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya