240 Liter Minyak Goreng Ludes Tak Sampai Sejam

Banjarmasin, KP – Harga minyak goreng di Kota Banjarmasin yang saat ini tengah melambung tinggi menjadi momok tersendiri bagi masyarakat.

Pasalnya, harga di pasaran minyak goreng bahkan ada yang mencapai harga Rp 21 ribu per liternya. Kindisi itu tentu menjadi terutama bagi masyarakat kalangan bawah.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan, bahwa kenaikan mulai terjadi sejak Mei 2021 kemarin.

“Secara bertahap naiknya,” ucapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Rabu (2/12) sore.

Berdasarkan hasil pengamatannya, kenaikan harga minyak goreng ini tidak hanya terjadi Banjarmasin saja. Namun juga terjadi di daerah lainnya.

“Karena harga CPO dan bahan baku minyak goreng ini sedang mahal dikarenakan sedang masifnya program pembuatan biodiesel. Ditambah permintaan minyak goreng yang tinggi,” ungkapnya.

Agar tidak terjadi lonjakan harga yang lebih parah, pihaknya saat ini sedang gencar menjalankan operasi pasar murah di 9 titik yang sudah ditentukan.

“Makanya kami mengajak para distributor untuk bekerjasama membantu masyarakat penyelenggaraan pasar murah,” ujarnya.

“Walaupun tidak jauh berbeda dari harga pasaran. Antusias masyarakat sangat tinggi,” tambah pria dengan sapaan tezar itu.

Benar saja. Ia membeberkan, dalam satu kali menggelar operasi pasar murah, sekitar 240 liter minyak goreng yang mereka sediakan ludes dalam waktu tidak sampai satu jam.

“Kita berharap kegiatan ini bisa membantu masyarakat ditengah meroketnya harga salah satu bahan pokok di pasaran saat ini,” pungkasnya.

Apa yang dibeberkan Tezar itu memang benar terjadi. Seperti yang terlihat saat digelarnya bazar murah yang digelar oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan yang bekerja sama dengan Disperdagin Kota Banjarmasin di halaman Kantor Kelurahan Kuin Utara, Rabu (2/12) pagi.

Berita Lainnya
1 dari 1.525
loading...

Hanya dalam waktu setengah jam, 150 botol minyak goreng ukuran satu liter ludes dibeli oleh warga. Bahkan tak sedikit warga yang tidak kebagian.

Kasi Monitoring Pengendalian Pendaftaran Perusahaan, Barang Beredar dan Bahan Pokok Penting di Disdag Kalsel, Rizki Adhani Fadila menjelaskan, sejumlah kebutuhan pokok beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan harga di pasaran.

Terlebih lagi, di waktu menjelang natal dan tahun baru alias nataru. Hal itulah yang membuat Pemprov Kalsel bersama dengan Disperdagin Kota Banjarmasin, kini tampak rutin menggelar pasar murah.

“Yang lagi ramai, yakni soal naiknya harga minyak goreng. Jadi, kami berupaya membawa banyak minyak goreng untuk di Kelurahan Kuin Utara ini. Tapi karena antusias warga, maka barang yang dibawa langsung habis,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Kasi Monitoring Pengendalian Pendaftaran Perusahaan, Barang Beredar dan Bahan Pokok Penting di Disperdagin Kota Banjarmasin, Trisnawati.

Dari data yang ada di pihaknya, harga minyak goreng kemasan di pasaran mencapai Rp22 ribu per liter. Padahal umumnya, berkisar Rp16 ribu hingga Rp18 ribu. Sedangkan minyak goreng curah, yang semula dijual Rp12 ribu, kini naik menjadi Rp17 ribu.

Disinggung apa yang menjadi penyebab kenaikan, Trisnawati menyebut, lantaran bahan baku pembuatan minyak goreng juga naik.

Naiknya harga pun tidak hanya di Kota Banjarmasin atau Provinsi Kalsel saja. Tapi hampir di seluruh daerah di Indonesia.

“Sengaja digelar pasar murah ini, agar para pedagang bisa mengendalikan harganya. Tidak menaikkan harga seenaknya,” harapnya.

“Per warga, kami batasi membeli sampai dua liter saja. Itu pun rupanya, minyak goreng yang kami bawa tidak cukup,” tambahnya.

Salah seorang warga di Kelurahan Kuin Utara, Tirula Sihotang mengaku cukup terbantu dengan adanya gelaran pasar murah itu.

“Kalau bisa, sering-sering saja seperti ini,” ujarnya singkat. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya