Banjarmasin, KP – Banjir rob atau air pasang yang dipengaruhi akibat meningkatnya ketinggian permukaan air laut tengah melanda Kota Banjarmasin.
Sehingga Pemerintah Kota (Pemko) setempat merasa perlu memprioritaskan penanganan fenomena alam tersebut agar bisa ditanggulangi secara merata di Bumi Kayuh Baimbai ini.
Lantas apakah ada solusi jangka panjang terkait penanganan banjir?
Terkait hal itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku bahwa pihaknya mengaku sudah memiliki rencana yang tidak boleh diganggu gugat untuk menangani permasalahan tersebut.
Yakni dengan tetap mengedepankan program normalisasi sungai. Dan menurutnya memang hal itulah yang menjadi kuncinya.
Ibnu mengakui, sebelumnya anggaran untuk menjalankan program normalisasi sungai masih terbatas. Namun kini, pihaknya sudah menjadikan program normalisasi sebagai catatan khusus.
“Untuk penanganan sungai, anggarannya jangan sampai kena refocusing. Karena Pemprov Kalsel sudah menaikkan statusnya menjadi tanggap darurat, maka ini harus segera ditangani,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berarti tidak perlu menunggu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) atau atau APBD Murni tahun 2022.
“Karena ini sifatnya bencana alam, maka kami akan mengambil anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT). Yang nantinya digunakan untuk menangani titik-titik yang krusial itu,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya membeberkan bahwa pihaknya sudah menggelar rapat terkait teknis penanganan banjir rob di Kota Banjarmasin.
Rapat itu digelar tidak hanya melibatkan BPBD Kota Banjarmasin, tapi juga para camat hingga lurah di seluruh kecamatan yang ada di Kota Banjarmasin.
Dari hasil rapat diketahui, karena wilayah yang terdampak banjir rob itu hampir merata di seluruh wilayah Banjarmasin.
Sementara sumber daya manusia atau SDM yang dimiliki terbatas, maka penanganan terlebih dahulu diarahkan ke kawasan Kecamatan Banjarmasin Utara.
“Di Cemara Raya dan sekitarnya. Itu aliran air dibersihkan. Agar air yang masih menggenang bisa langsung masuk ke sungai,” ungkapnya saat ditemui awak media di lobi Balai Kota, Kamis (9/12) petang.
“Kami harapkan bisa cepat penanganannya. Termasuk yang di kawasan kampus ULM (Universitas Lambung Mangkurat),” tambahnya.
Lebih jauh, Ibnu menekankan bahwa banjir rob ini adalah fenomena alam. Dan tidak terjadi di Kota Banjarmasin saja. Tapi, juga menimpa kawasan pesisir.
“Fenomena ini harus dijadikan kesempatan untuk melihat saluran-saluran hingga sungai-sungai kita apakah masih berfungsi. Kami sudah menginstruksikan dinas PUPR untuk mengecek drainase yang ada di Kota Banjarmasin,” tuntasnya. (Zak/K-3)















