Seorang Pria Membuat Onar di SDN

saat pagi datang ke sekolah ada beberapa orang mabuk di teras sekolah

BANJARMASIN, KP – Salah seorang pria menggunakan baju dalam keadaan diduga mabuk berat sempat mengamuk di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berada di kawasan Kelurahan Kuin Utara Banjarmasin Utara.

Hal inilah membuat heboh semua guru maupun para murid yang sedang belajar.

Hampir delapan bulan merasa terganggu adanya sosok pria tersebut apalagi dalam keadaan mabuk berat. Bahkan beberapa orang oknum yang diduga preman itu kerap didapati sejumlah pihak sekolah dalam kondisi mabuk miras di halaman sekolah.

Dari Kepala Sekolah SDN Kuin Utara Sri khusniyati S.Pd, Rabu (1/12) kemarin, mengatakan, merasa terganggu sekali.

Diceritakannya, pernah saat pagi datang ke sekolah ada beberapa orang mabuk di teras sekolah, bahkan saat proses pembelajaran oknum beberapa warga yang mabuk juga sempat berteriak di teras sekolah.

Berita Lainnya

Hariyanto Menyesal Menyakiti Istrinya

Cemburu dengan Istri, Suami Coba Bunuh Diri

1 dari 1.708

Kondisi tidak nyaman itu sudah dirasakan sejak 2020 lalu. Kalau sebelumnya, ia mengaku kurang tahu, karena jadi kepala sekolah sejak 2020.

Dan sebelum dirinya menjabat juga pernah menggunakan jasa penjaga keamanan di daerah setempat.

“Dulu pernah ada pejaga keamanan disitu yang bekerja untuk mengamankan sekolah, tapi malah yang menjaga keamanan sering kumpul sama teman-temannya sambil mabuk, sempat ingin dipekerjakan lagi tapi dari pihak komite sekolah dan guru-guru lain tidak setuju karena hal seperti itu,” katanya.

Bahkan salah satu orang itu pernah masuk ke ruang guru dalam kondisi mabuk. Ia pun takut sekali dan was-was pasti, tentu dengan adanya gangguan itu membuat pihak sekolah merasa terganggu dan takut akan keselamatan para murid, guru dan wali murid.

“Kalau saat belajar mau tidak mau kalau ada orang-orang itu, kita kunci rapat pintu sekolah agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, adanya gangguan dari oknum warga setempat, pihak sekolah berharap kepada pihak kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas secepatnya,” tuturnya.

“Dulu juga pernah sekolah kebobolan dan kita lapor polisi, tapi mohon maaf polisi tidak ada yang datang. Mudahan-mudahan dengan adanya kejadian ini polisi bisa bisa bertindak lebih cepat,” harapnya sembari berlinang air mata. (fik/K-)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya