Tiga Kasus Omicron di Banjarmasin Akibat Transmisi Lokal

Banjarmasin, KP – Setelah sebelumnya mengklaim bahwa belum adanya temuan kasus Covid-19 varian Omicron, kini Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin mengakui bahwa virus varian baru tersebut sudah dinyatakan masuk dan terjadi di Banjarmasin.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, hal tersebut diketahui usai hasil uji sampel yang dikirim oleh Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ke Litbangkes, Jakarta, beberapa hari yang lalu.

“Kita akui, varian Omicron sudah ada di Banjarmasin dan ini harus kita waspadai,” ucapnya saat ditemui awak media, Selasa (8/2) siang.

Mantan Wakil Direktur (Wadir) bidang Administrasi dan Keuangan, di RSJ Sambang Lihum Kalsel itu membeberkan, dari 17 sampel yang dikirim, ada 9 yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron.

Tiga diantara 9 sampel yang positif Omicron tersebut merupakan sampel yang diambil dari warga Banjarmasin.

“Dua dari tiga kasus Omicron ini sudah dirawat di rumah sakit sejak awal ia dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, sebelum tahu kalau itu varian Omicron. Tapi keduanya sekarang sudah dipulangkan,” ungkapnya.

Untuk satu kasusnya lagi, Machli menambahkan, bahwa diketahui saat si pasien memeriksakan kesehatan dirinya untuk melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Dan kini ketiganya sudah menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Ia menegaskan, bahwa dari ketiga sampel yang dinyatakan terkonfirmasi Omicron tersebut bukan terjadi akibat perjalanan ke luar daerah atau pelaku perjalanan.

“Ini terjadi di wilayah Banjarmasin, karena setelah dilacak 14 hari kebelakang, mereka (yang terkonfirmasi Omicron) ini tidak ada melakukan perjalanan ke luar daerah,” jelas Machli.

“Kita simpulkan bahwa, ketiga orang yang terkonfirmasi Omicron itu adalah transmisi lokal,” tekannya.

Berita Lainnya
1 dari 1.495
loading...

Lantas, bagaimana dengan orang yang kontak erat dengan si pasien yang terdeteksi Omicron ini?

Terkait hal itu, Machli menuturkan bahwa seluruh kontak erat dari ketiga pasien Omicron ini semuanya sudah diperiksa menggunakan metode swab antigen.

“Dan hasilnya negatif semua,” imbuhnya.

Ia memperkirakan, bahwa penularan Covid-19 varian baru yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi dibanding varian Delta tersebut, kemungkinan terjadi akibat adanya kontak bersama orang yang baru datang dari wilayah yang sudah ada temuan kasus Omicron.

“Hal itu diperkuat lantaran dua diantara kasus Omicron ini adalah ibu rumah tangga yang tidak pernah pergi keluar kota,” ujarnya.

Karenanya Machli menghimbau, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap virus varian baru tersebut. Salah satunya dengan melengkapi dosis vaksinasi.

Bukan tanpa alasan, menurutnya, jika hanya satu kali vaksi belum cukup untuk membentuk antibodi untuk menangkal penularan virus.

“Antibodi itu baru terbentuk 28 hari setelah melakukan vaksin kedua. Kalau baru sekali vaksin belum terbentuk antibodi,” tuntasnya.

Selain melengkapi dosis vaksinasi, Machli kembali menekankan agar masyarakat tetap terus menjaga disiplin protokol kesehatan pada setiap aktivitas sehari-hari.

“Omicron ini bertahan di saluran bagian atas lebih lama. Sehingga penularannya lebih cepat. Namun jenis virus ini relatif tidak begitu berbahaya. Lebih-lebih mereknya yang sudah vaksin dua kali,” tutupnya. (Kin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya