Pelaihari, KP – Peristiwa menggemparkan warga Kelurahan Angsau terjadi. Pasalnya di kawasan itu ada insiden gantung diri dan informasi cepat menyebar di sosial media maupun social chat.
Supini (75) memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Senin (28/2).
Pihak keluarga pun sangat bersedih mendapat kabar duka tersebut, terlebih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
“Bapak ditemukan dalam keadaan tergantung di ruang kamar,” sebut Rudi.
Warga Matah ini menuturkan, leher sang ayah terjerat tali nilon (tali tambang) ukuran kecil yang biasa digunakan untuk jemuran pakaian.
“Talinya diikatkan ke kuda-kuda di atas kamar,” tandasnya.
Ia mengatakan, ketika hendak berangkat bekerja sangat terkejut ketika dapat informasi ayahnya gantung diri.
Tak ada yang mengetahui secara pasti apa yang melatar belakangi pria tersebut hingga kemudian memutuskan gantung diri.
Namun dari penggalian informasi yang dilakukan aparat kepolisian, ditengarai korban mengalami kekalutan.
“Dugaan sementara penyebabnya lantaran korban depresi karena merawat sang istri yang sakit-sakitan,” ucap Kapolres Tala AKBP Rofikoh Yunianto melalui Kasat Reskrim AKP Hasanuddin. (rzk/K-4)















