Banjarmasin,KP – Setelah menunaikan ibadah puasa. selama sebelum penuh, Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah tinggal beberapa hari lagi.
Sementara sudah menjadi tradisi umat Islam disibukkan dengan persiapan datang menyambut hari kemenangan setelah menahan dan melawan hawa nafsu selama bulan Ramadhan ini.
Persiapan warga dari hendak mudik ke kampung halaman, belanja kue lebaran dan membeli pakaian baru adalah tradisi umat islam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Adanya tradisi tersebut ternyata menjadi berkah bagi para pedagang dalam menangkap peluang pasar memanfaatkan momen lebaran untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah.
Salah satunya pedagang bungkus ketupat. Daun kelapa yang dianyam ini diperlukan untuk membuat soto dan lontong paling banyak dijumpai di Jalan Sungai Baru Kecamatan Banjarmasin Timur.
Saking banyaknya warga yang berjejer menjual bungkus ketupat setiap hari kawasan itu dijuluki Kampung Ketupat.
Bungkus ketupat hingga lontong ketupat yang sudah masak dijual dengan harga bervariasi tergantung ukuran dan jumlah pembelian. Pedagang menjual mulai dari ketupat jadi dengan harga Rp 15 hingga Rp 20b ribu per 10 bungkus ketupat.
Rustam (40) salah seorang pedagang ketupat yang mangkal di Jalan Sungai Baru Kecamatan Banjarmasin Timur mengatakan, jika penjualan usahanya menjelang setiap Hari Raya Idul Fitri meningkat tajam.
“Banyak warga yang mencari bungkus ketupat untuk keperluan masakan soto atau lontong dalam menyambut lebaran Hari Raya. Sedang ketupat sudah masak biasanya diserbu pembeli sehari sebelum hari raya,” ujarnya kepada {KP} Rabu (27/4/2022). (nid/K-3)















