Hj. Raudatul Jannah : Wanita Peran Penting Pemberdayaan Keluarga

Banjarbaru, KP – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Raudatul Jannah Sahbirin Noor menyebut wanita memiliki peran penting dalam segala hal, terutama bagi pemberdayaan keluarga.

Hal itu disampaikan dalam kapasitasnya sebagai narasumber di acara “Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan yang Paham tentang Keteladanan Peran Serta Perempuan dalam Rangka Hari Kartini” di Aula Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Rabu (25/5).

Hj. Raudatul Jannah pun menyebut tanpa mengesampingkan peran pria selaku pemimpin keluarga, seorang wanita memiliki kemampuan multitasking. Mulai dari secara fitrah melahirkan dan merawat anak-anak, mengurus rumah tangga, hingga menguatkan ekonomi keluarga.

“Pemberdayaan keluarga bertujuan membantu keluarga untuk menerima, melewati, dan mempermudah proses perubahan yang akan ditemui anggota keluarga. Wanita peran penting bagi pemberdayaan keluarga,” jelas Raudatul Jannah.

Selain itu, pemberdayaan keluarga juga bertujuan menggali kapasitas atau potensi tersembunyi anggota keluarga, berupa kepribadian atau keterampilan kepemimpinan.

“Seorang ibu berperan sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya. Karena itu, wanita harus memiliki pengetahuan untuk mendidik dan menanamkan cara pandang yang baik pada anak,” pesannya.

Berita Lainnya
1 dari 1.692
loading...

Selaras dengan paparan Ketua TP PKK Kalsel, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar melalui sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Husnul Hatimah memotivasi wanita-wanita banua untuk membentuk ketahanan diri dan keluarga.

“Semangat Kartini mesti jadi motivasi hebat bagi wanita Kalimantan Selatan untuk membentuk ketahanan keluarga,” terangnya.

Saat ini, posisi wanita Indonesia telah sejajar dengan pria dalam berbagai sektor pembangunan. Tidak sedikit perempuan yang sukses di bidang pemerintahan, politik, dan swasta.

Ia melanjutkan, ketika perempuan diberi kesempatan berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan, maka akan terwujud kesetaraan gender.

Sementara itu, Plt. Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Sosial dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Drs. Dermawan turut hadir selaku narasumber mengatakan, perempuan harus diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan menempati posisi strategis baik dalam hal pembuatan keputusan rumah tangga, lingkungan masyarakat, organisasi, tempat kerja, hingga lingkup pemerintahan.

“Perjuangan perempuan untuk mewujudkan kesetaraan gender tidak dapat dilakukan oleh kaum perempuan sendiri, tetapi perlu kerjasama dengan entitas sosial lain yang memiliki kepekaan terhadap persoalan perempuan,” jelas Dermawan. (adpim/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya