Banjarmasin, KP – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarmasin kini terus berupaya melakukan terobosan terhadap promosi potensi yang dimiliki kota ini.
“Terutama kegiatan promosi investasi baik untuk investor dalam luar negeri maupun luar negeri,” kata Kepala DPMPTSP Kota Banjarmasin, Ariyani kepada KP, Rabu (29/7/2022).
Ia mengatakan, terobosan itu dilakukan dengan memanfaatkan berbagai kemudahan teknologi informasi yang dimiliki di DPMPTSP saat ini.
“Masalahnya, karena disadari melalui pemanfaatan kecanggihan teknologi informasi yang berkembang sangat pesat kita akan mudah menawarkan potensi daerah atau berbagai peluang investasi yang dimiliki kota ini,” ujarnya.
Ariyani menandaskan terobosan itu dilaksanakan sesuai arahan Wali Kota Ibnu Sina, karena disadari Kota Banjarmasin memiliki banyak peluang masuknya investasi
Dikatakan, promosi penting dilakukan untuk menyebarkanluaskan informasi positif kepada calon investor agar berminat untuk menanamkan modalnya di kota ini.
Ariyani memaparkan, dalam tahun 2022 ini sesuai ditargetkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan masuknya investasi di Kota Banjarmasin sebesar Rp1,3 triliun.
Angka itu, ujarnya, naik dibanding tahun 2021 yang ditargetkan Rp1,1 triliun.
Ariyani menyatakan optimisnya target itu akan mampu terpenuhi. Hal ini dipengaruhi terus melandainya wabah Covid-19, sehingga pertumbuhan ekonomi diprediksi akan meningkat.
“Terbukti pada 2021 lalu dari Rp 1,1 triliun ditargetkan, ternyata investasi mampu tumbuh mencapai Rp1,8 triliun,” ujarnya.
Disebutkan, masuknya investasi di Kota Banjarmasin ini pada 2021 umumnya di sektor perhotelan, usaha restoran dan cafe.
Ariyani mengungkapkan hingga pertengahan 2022 ini investasi masuk di Kota Banjarmasin sudah lebih Rp100 miliar.
Pemko Banjarmasin diminta mempersiapkan diri dalam rangka mendukung Kalsel menjadi pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN).
Lebih jauh Ariyani menandaskan, menyusul dipindahkannya Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) diyakini akan berdampak positif bagi Kota Banjarmasin.
“Menyadari dampak positif itu, tentunya menuntut Kota Banjarmasin mempersiapkan diri terhadap masuknya investor, mengingat kota ini akan menjadi pintu gerbang IKN,” demikian kata Ariyani. (nid/K-7)















