Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Intakindo Desak Perbaiki Oprit Jembatan Sulawesi 1!

×

Intakindo Desak Perbaiki Oprit Jembatan Sulawesi 1!

Sebarkan artikel ini
Hal 9 3 Klm Oprit Jembatan Sulawesi
DIKELUHKAN WARGA - Inilah kondisi oprit jembatan Sulawesi 1 yang dikeluhkan warga. (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Kondisi oprit Jembatan Sulawesi 1 yang menjadi sumber kemacetan saat ditutupnya akses Jembatan Sulawesi 2 mengundang perhatian Tenaga Ahli Utama Jembatan di Intakindo Kalsel.

Ketua Dewan Pakar Nasional Intakindo, Hasan Husaini, bahkan meninjau langsung kondisi jembatan yang menjadi penghubung Kelurahan Pasar Lama dan Kelurahan Sungai Jingah itu pada Jumat (29/7).

Kalimantan Post

Berdasarkan hasil pengamatannya, yang menjadi persoalan ketidaknyamanan pengendara ketika melintasi jembatan itu, lantaran terjadi penurunan pada bagian plat injaknya.

Dijelaskannya, plat injak adalah konstruksi beton pada jalan pendekat di ujung bibir jembatan atau oprit, yang dipasang sebelum konstruksi utama jembatan. Atau yang biasa dipasang di antara jalan pendekat dan kepala jembatan.

“Plat injak yang menurun itulah yang membuat bagian sebelum kepala jembatan atau dinding abutment jadi meninggi sekitar tiga hingga empat sentimeter,” jelasnya.

“Alhasil, seperti ada rasa entakan ketika menaiki kepala jembatan dan membuat ketidaknyamanan pengendara. Kalau untuk struktur jembatan, itu tidak ada masalah,” tambahnya.

Ia pun lantas menyarankan agar dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang (PUPR) Banjarmasin, bisa segera mengambil tindakan atau memperbaikinya.

Karena apabila terus menerus dilintasi, plat injaknya akan semakin menurun. Dan secara otomatis, menurut Hasan, semakin menambah ketinggian dinding abutment.

Adapun cara perbaikannya, yakni dengan mengembalikan posisi atau kondisi plat injak ke kondisi semula. Bisa dengan dilepas melalui penggalian lalu dipasang kembali.

“Saya rasa, pada ujung plat injak ada kemiringan dan membuat plat injak jadi menurun,” bebernya. Lalu, bagaimana bila misalnya perbaikan yang dilakukan hanya dengan cara melakukan pengaspalan untuk melandaikan opritnya?

Hal itu diutarakan bukan tanpa alasan, mengingat belum lama tadi, Dinas PUPR Banjarmasin beberapa menyampaikan bahwa pihaknya bakal menugaskan pihak kontraktor, untuk melakukan pengaspalan.

Baca Juga :  Bunda PAUD Gaungkan Tiga Gerakan untuk Wujudkan Generasi Berkualitas

Tujuannya, agar melandaikan tanjakan di jembatan, hingga menghilangkan rasa entakan. Menanggapi hal tersebut, Hasan mengatakan bahwa solusi tersebut tak bisa dilakukan. Lantaran yang bermasalah adalah ujung plat injaknya.

“Bisa lebih berbahaya dan akan tetap terus menurun. Kalau mau meratakan atau menangani, ya lebih baik dibongkar platnya dulu,” tekannya.

Hasan melanjutkan, dalam hal kemiringan oprit, menurutnya masih sesuai standar. Dan yang menjadi persoalan, menurutnya hanya ketidaknyamanan yang diakibatkan dari menurunnya ujung plat injak saja.

Lebih jauh, disinggung apakah perbaikan memakan waktu yang lama? Ditekankan Hasan, semestinya perbaikan bisa dilakukan ketika Jembatan Sulawesi II belum ditutup untuk pengerjaan pembangunan lanjutan.

“Tapi asil pemeriksaan ini akan kami sampaikan ke dinas terkait. Kalau bisa, segera diperbaiki. Agar tidak menambah parah. Selain untuk kenyamanan juga keselamatan,” tutupnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan