Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Beda Data Capaian BIAN Banjarmasin 77 Persen

×

Beda Data Capaian BIAN Banjarmasin 77 Persen

Sebarkan artikel ini

Banjarmasin,KP – Tahun 2022 ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencanangkan program (Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di seluruh Indonesia.

Program itu dilaksanakan untuk mengejar cakupan imunisasi rutin yang menurun signifikan akibat pandemi Covid-19.

Kalimantan Post

BIAN adalah pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubella serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin sudah melaksanakan program tersebut melalui upaya maksimal. Namun sasarannya tidak mencapai target.

Permasalahannya, karena vaksinasi BIAN yang ditargetkan Kemenkes RI berbeda dengan data yang dimiliki Dinkes Kota Banjarmasin.

Kadinkes Kota Banjarmasin Ramadhan mengungkapkan,Kemenkes kantongi data sebanyak 149.035 anak di Banjarmasin yang harus mendapat vaksinasi Campak dan Rubella

” Namun pasca petugas melakukan verifikasi ke lapangan, jumlahnya hanya sebesar 95.211 anak,” ujarnya.

Hal itu dikemukakannya di sela menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Banjarmasin memperingati Hari Jadi Kota Banjarmasin, yang digelar di Ballroom Calamus Hotel Rattan Inn. Senin (26/9/2022).

Menurutnya, walaupun secara target nasional hanya mampu mencapai 49.81 persen, namun berdasarkan data riil Banjarmasin sudah 77,96 persen.

Ia memprediksi perbedaan data ini anak-anak yang harus mendapatkan vaksin dari Kemenkes itu ini adalah data lima tahun lalu.

” Padahal jumlah anak atau penduduk Banjarmasin setiap tahun berubah. Ada yang pindah maupun meninggal dan sebagainya,” katanya.

Disebutkan sebelumnya Dinkes Kota Banjarmasin melakukan pendataan ulang dan secara langsung turun ke lapangan bekerjasama dengan Camat, Lurah hingga Ketua RT.

Dicontohkan di Kelurahan Pasar Lama. data proyeksi dari pusat jumlahnya 220, ternyata setelah dilakukan verifikasi ke lapangan jumlahnya hanya tersisa 10 orang anak.

“Itu baru satu kelurahan belum ditambah kelurahan,” ucapnya.

Ramadhan mengatakan meski tidak mencapai 100 persen, namun capaian itu diyakini sudah mampu mencegah penularan penyakit terhadap anak karena persentase anak yang sudah divaksin melebihi 50 persen.

Baca Juga :  Pastikan Siap Hadapi Dinamika Lapangan, Kapolresta Banjarmasin Cek Peralatan Dalmas

Disebutkan sama seperti vaksinasi Covid, maka semakin banyak anak yang memiliki kekebalan terhadap penyakit tertentu sekaligus untuk mencegah penularan.

Ramadhan menjelaskan adapun imunisasi yang diberikan adalah imunisasi campak rubella menyasar usia 9 sampai 59 bulan, dan imunisasi kejar pada anak usia 12 sampai 59 bulan yang tidak lengkap imunisasi OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib. (nid/K-3)

Iklan
Iklan