Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Perbaikan Rekayasa Lalulintas Jembatan HKSN Masih Belum Perlu

×

Perbaikan Rekayasa Lalulintas Jembatan HKSN Masih Belum Perlu

Sebarkan artikel ini
Hal 9 3 Klm HKSN
PENGATURAN LALIN- Kondisi lalu lintas yang cukup padat dan tampak pengaturan arus lalu lintas di kawasan jembatan itu terkesan semrawut dan mendesak untuk dilakukan pengaturan ulang. (KP/Zakiri)

Dedy mengakui bahwa di area bawah jembatan akan dibangun jalan yang akan dilalui oleh pengendara dari arah Alalak Selatan ke Kuin Cerucuk ataupun sebaliknya.

BANJARMASIN, KP – Pemerintah Kota Banjarmasin merasa masih belum perlu melakukan revisi alias penataan kembali arus lalulintas di Jembatan HKSN atau Jembatan Patih Masih yang sudah ada.

Kalimantan Post

Padahal sebelumnya anggota komisi III DPRD Kota Banjarmasin M Isnaini meminta arus lalu lintas kendaraan sekitar Jembatan HKSN diminta dikaji ulang.

“Masalahnya karena pengaturan arus lalu lintas di kawasan jembatan itu terkesan camuh (semrawut-red),” katanya.

Ia menuturkan, dari informasi pemberitaan lewat media di sekitaran jembatan yang baru selesai dibangun itu sudah beberapa kali terjadi peristiwa kecelakaan.

Ia menilai peristiwa itu terjadi karena sistem arus lintas kurang memperhatikan keselamatan para pengendara. sehingga perlu dikaji ulang.

Sebelumnya sejumlah warga juga mengeluhkan pengaturan arus lalu lintas Jembatan HKSN 01 yang diberi nama ‘Patih Masih’ tersebut.

“Beberapa hari lalu, waktu saya mengantar anak, hampir saja saya tabrakan. Peristiwa ini bukan pertama saya alami,” kata Sripila Jon, warga RT 14 Kelurahan Kuin.

Keluhan disampaikan Sripila, lantaran dari arah sebelah kiri dari Kuin Utara banyak yang belok kanan dan naik jembatan padahal dilarang.

Lalu, dari arah HKSN mau ke arah Kuin Utara juga nyaris sering terjadi tabrakan dengan pengendara yang datang dari Kuin Cerucuk lewat jembatan atas menuju arah HKSN.

Selain itu pengendara lainnya berbarengan dengan pengguna jalan dari arah HKSN menuju Kuin Cerucuk.

Demikian juga, yang datang dari arah Kuin Cerucuk lewat bawah, ada melewati sisi kiri dan kanan bawah jembatan.

Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan, Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Dedy Hamdhani mengakui, memang di kawasan tersebut terkadang ada kemacetan atau kepadatan lalulintas.

Baca Juga :  Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun, 7 Ribu Bendera Merah Putih Dibagikan di Jalan

Namun hal tersebut menurutnya hanya terjadi pada saat-saat tertentu saja, seperti weekend dan hari-hari besar lainnya lantaran banyaknya pengunjung di kawasan wisata religi di Makam Sultan Suriansyah.

“Tapi itupun tidak parah. Masih bisa tertangani untuk dilewati pengendara,” ungkapnya.

Sehingga dirinya menilai masih belum perlu dilakukan kajian ulang untuk rekayasa lalulintas di jembatan yang memakan anggaran sebesar Rp 94,6 miliar tersebut.

Lantas bagaimana dengan bagian bawah jembatan yang informasinya juga akan dibangun jalan untuk dilintasi pengendara?

Terkait hal itu, Dedy mengakui bahwa di area bawah jembatan akan dibangun jalan yang akan dilalui oleh pengendara dari arah Alalak Selatan ke Kuin Cerucuk ataupun sebaliknya.

Selain itu, ia menambahkan, di area bawah jembatan juga akan dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin.

“Karena itu untuk jalan di bawah itu, menunggu desain dari DLH dulu. Bagian mana saja yang akan digunakan sebagai RTH, sehingga kita (PUPR) menyesuaikannya saja,” ungkapnya.

“Tapi untuk saat ini masyarakat tetap masih bisa melewati jalan di sana. Memang di jalan ini masih belum dilakukan pengerasan, tapi masih bisa dilewati untuk sementara waktu,” ungkapnya.

“Intinya karena kepadatan lalulintas di sana masih minim, masyarakat masih bisa menggunakan jalur itu (lewat atas jembatan) dengan aman,” tambahnya.

Saat ini ia mengaku masih fokus menangani terkait penerangan yang masih kurang dengan bekerjasama dengan Dishub Banjarmasin dan menata RTH di bawah jembatan.

Nakun hal berbeda diungkapkan oleh Kepala Dishub Kota Banjarmasin, Slamet Begjo. Slamet mengakui bahwa rekayasa lalulintas di Jembatan HKSN saat ini memang perlu pembenahan.

“Memang saat ini agak riweh arus lalulintas di sana. Karena itu dalam waktu dekat ini kita akan duduk bareng bersama teman-teman dari Dinas PUPR dan Satlantas Polresta Banjarmasin,” katanya.

Baca Juga :  Hingga Awal Agustus, Kebakaran di Banjarmasin Capai 63 Kasus, Wilayah Barat Paling Banyak

“Sekarang kita fokus menangani problem penerangan di sana yang masih minim,” tambah Slamet.

Selain itu, ia melanjutkan, alasan lain untuk membenahi rekayasa lalulintas di sana adalah masih belum siapnya infrastruktur jalan di bawah jembatan.

“Akses jalan di kolong jembatan itu menurut saya perlu diselesaikan dulu agar lalulintas di sana bisa diatur dengan rekayasa lalulintas yang sudah kita siapkan,” ujarnya.

“Kalau jalan itu belum dibangun, nanti pasti akan dikeluhkan warga,” tukasnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan