Kalimantan Selatan untuk yang kedua kalinya menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Pertama pada tahun 1970 dan kembali sebagai tuan rumah tahun ini, 2022. Artinya selama 52 tahun bisa kembali melaksanakan. Provinsi lain yang pernah dua kali melaksanakan sebagai tuan MTQ Nasional adalah Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Kalimantan Selatan tahun ini menempatkan banyak lokasi sebagai tempat pelaksanaan cabang-cabang lomba dalam MTQ XXIX di 3 kabupaten/kota (Banjar, Banjarbaru dan Banjarmasin). Ini tentu tidak mudah, baik dari segi akomodasi, transportasi dan aktivitas koordinasi lainnya. Namun berkat persiapan dan koordinasi yang matang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan panitia nasional (Kementerian Agama RI dan instansi lainnya), bisa berjalan lancar sesuai target yang diharapkan.
Dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin didampingi Menteri Agama RI H Yahya Staquf dan Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor di kawasan Kiram Park para kafilah dari 33 provinsi merasakan kenyamanan dan kelancaran penyelenggaraan MTQ XXIX ini. Warga Banua pun menyambutnya dengan penuh antusias. Di berbagai lokasi tempat berlangsungnya lomba selalu dipadati pengunjung
Siaran langsung pelaksanaannya pun ditayangkan oleh TVRI dan beberapa stasiun televisi lokal. Dan setiap kegiatan lomba juga disiarkan langsung (livestreaming) melalui kanal youtube, sehingga dimanapun kita berada bisa menyaksikannya. Saat pembukaan terasa meriah karena menghadirkan MC kondang Fadli dan Maysa Nasution yang kerap menjadi presenter acara keagamaan.
Dalam sambutannya Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengatakan setelah menunggu cukup lama (selama 52 tahun) akhirnya Kalsel kembali menghelat pelaksanaan MTQ XXIX. Dengan langkah pasti H Sahbirin Noor menuju panggung memberikan sambutan saat pembukaan, menghela nafas sebentar dan mimik wajah haru disorot kamera TV, suara khasnya terarasa berat mengucapkan pada Wakil Presiden H Ma’ruf Amin dan para gubernur se-Indonesia dan pesertan MTQ XXIX. “Terima kasih atas kepercayaan kepada Kalimantan Selatan jadi tuan rumah MTQ XXIX. Dinantikan selama kurun waktu 52 tahun,” kata H Sahbirin Noor.
Waktu berjalan, tak terasa pelaksanaan MTQ XXIX selesai dan menempatkan tuan rumah Kalimantan Selatan berada di posisi ketiga (3), dan meraih jura pertama cabang bergenggsi yakni cabang tilawah dewasa (putra dan putri).
H Sahbirin Noor sering bercerita dengan teman sejawatnya dan para SKPD yakni, saat menonton perlombaan dulu lebih dikenal lomba mushabagah, hingga terinjak pecahan kaca/gelas (beling) di lapangan Merdeka (sekarang lokasi kompleks Mesjid Raya Sabilal Muhtadin) bersama pamanya. Masa waktu 52 tahun penantian jadi tuan rumah MTQ XXIX adalah kurun waktu yang sangat lama dan butuh perjuangan. H Sahbirin Noor tentu mempunyai energi besar untuk mewujudkan cita-cita luhurnya, bahwa Kalsel siap menjadi tuan rumah.
Berkat spirit BERGERAK, yang sering digaungkan H Sahbirin Noor membuat pelaksanaan MTQ XXIX menjadi lancar dan sukses. Terlebih juga telah mampu mengenalkan kawasan Kira Park, tempat wisata bernuansa religius sebagai pilihan. Denga didukung kilatan lampu (lighting) warna-warni serta sound system yang mantap dan doa terbaik warga banua betul-betul memberikan keseriusan penyelenggarannya. Sebelumnya, H Sahbirin Noor juga sering bersafari minta doa para ulama. Cuaca saat pelaksanaan cabang-cabang lomba pun sangat mendukung. Meski ada beberapa kali turun hujan namun tidak mengganggu aktivitas pelaksanaannya.
Saat pelaksanaan H Sahbirin Noor juga sangat rajin memotivasi seluruh kafilah Banua yang di karantina. Mengunjungi bersama para ulama bermunajat pada Allah SWT agar para kafilah menampilkan kemampuan setelah dilatih dan digembleng oleh pelatih masing-masing. Hasilnya, akhirnya Kalsel berhasil menduduki posisi ketiga setelah kafilah Jawa Timur dan DKI Jakarta. Ini adalah sukses.prestasi yang luar biasa, mengingatkan kembali dimana qoriah zaman dulu seperti Hj.Alfisah Arsyad dan qori Muamar ZA, menjadi bukti bahwa Kalsel masih punya generasi penerusnya.
Gema dan gaung perhelatan sebagai tuan rumah MTQ XXIX nmenjelang pelaksanaan hingga akhir terasa disebakan spanduk dan baliho di ruang out door banyak terpasang di ruang publik. Baik datang dari partai politik, instansi pemerintah dan swastan hingga perorangan. Begitu juga di ruang indoor dan media sosial memberi informasi menandakan di bulan Oktober salah satunya kota Martapura dengan julukan Serambi Mekah siap menerima kedatangan saudaranya para kafilah berbagai provinsi. Begitu juga Kota.Banjarmasin sangat terasa keseriusan pemerintah dan warganya menyambut tamunya bahkan semua hotel di kawasan Jalan A Yani menjadi tempat menginap. Kota Banjarbaru sebagai ibukota yang baru Provinsi Kalsel tidak ketinggalan melakukan pembenahan berbagai fasilitas kota. Di akhir kegiatan masing-masing kafilah juga diajak city tour ke kawasan Martapura, Banjarbaru dan Banjarmasin mengunjungi tempat-tempat wisata kota yang ada.
Selama perhelatan penyelenggaraan MTQ XXIX warga masyarakat di tiga wilayah (Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura) juga turut merasakan dampaknya, yakni bergerak kegiatan roda ekonomi mereka, dengan banyaknya kafilah berbelanja baik berupa suvenir maupun kuliner lainnya.
Kisah H Sahbirin Noor terinjak beling (papaci) sewaktu remaja bersama pamanya menonton MTQ di Lapangan Merdeka di tahun 1970 itu, ternyata menjadi motivasi khusus bagaimana menyukseskan MTQ XXIX ini. H Sahbiri Noor pun saat penutupan menerima penghargaan khusus dari pemerintah, dianggap berhasil dan sukses melaksanakan MTQ XXIX ini.
Sukses tuan rumah, sukses prestasi. Memberi kenangan manis bagi semua kafilah se-Indonesia.( Penulis, kawan sekampung Sungai Jingah)















