Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kotabaru

Hari Pahlawan Ketua PWI Kotabaru Anjahgsana Ke Anak Penderita Stunting

×

Hari Pahlawan Ketua PWI Kotabaru Anjahgsana Ke Anak Penderita Stunting

Sebarkan artikel ini
Hal 16 K Baru 3 klm 9
ANJANGSANA - Ke rumah anak penderita stunting dilakukan Ketua PWI Kotabaru. (KP/Ist)

Kotabaru, KP – Maknai 10 November hari pahlawan Nasional, Ketua PWI Kotabaru, Akhmad Nurahsin Q, disertai beberapa anggotanya, beranjangsana ke rumah Karman, Orang tua Anak yang dinyatakan menderita stunting, Yakni bocah Muhammad Sultonul Muhibbin, di Rt 21, Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulaulaut Utara.

Senin 14/11, Kepada KP, Ketua PWI Kotabar Akhmad Nurahsin menyampaikan “Kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian kita (PWI), terhadap masyarakat sekitar. Kepedulian sosial PWI ini menunjukkan bahwa kita hadir tidak hanya berkutat dengan masalah mencari dan membuat berita saja, melainkan juga berupaya untuk ber interaksi sosial dengan masyarakat, Ujarnya.

Kalimantan Post

Ditambahkan, kegiatan sosial PWI, tidak hanya berupa anjangsana deperti ini, melainkan nantinya akan ada giat sinergi bersama jajaran aparat, Polres misalnya, Kodim, serta Lanal, dan lainnya. Sebagaimana kita sudah membuat rencana dengan Komandan Kodim 1004 Kotabaru, Letkol Inf Boni Berdian SE, saat bertandang ke Mako kodim tempo hari, bahwa, Ada beberapa kegiatan sosial Kodim yang bisa bersinergi bersama PWI, nanti aja bang kita atur, Ujar Dandim. Beliau sangat wellcome dan ramah, Beber Nurahsin.

Sementara Karman, ayah dari anak stunting Muhammad Sultonul Muhibbin, sangat gembira mendapatkan kunjungan dari Ketua PWI beserta anggota.

“Alhamdulillah terimakasih banyak kepada bapak ketua PWI bersama rombongan. Kami sekeluarga sangat bersyukur, apalagi dengan adanya bantuan makanan bergizi untuk anak kami. Semoga Allah memberkahi kita semua,” ujarnya penuh sukacita.

Sebelumnya keterangan telah didapatkan dari petugas Puskesmas Desa Dirgahayu, Randi Rahmatullah, beserta rekannya yang juga bernama Randi, bahwa, ada sekitar 15 anak beresiko stunting yang dicatat di puskesmas Dirgahayu. Namun dari kesekian itu ada tiga anak yang mendapatkan penanganan intensif dari salah satu perusahaan di Kotabaru.

Baca Juga :  Apel Hari Kesadaraan Nasional di Kotabaru

“Alhasil, dalam tiga bulan ( 90) hari, pemberian asupan makanan bergizi tinggi, hanya satu anak yang menampakkan pertumbuhan baik, yakni, Muhammad Muhibbin, usia 34 bln, dengan pertumbuhan 5,2 PB, dan 1,2 BB.

Sementara yang dua, M. Anjar, usia 24 bln, setelah pemberian makanan bergizi tinggi dalam tiga bulan atau (90) har, hanya bertumbuh, 4,6 PB, dan 1 BB. Sedangkan

M. Amin Rizki, usia 29 bln, hanya bertumbuh 2,3 PB, dan 0,7 BB, setelah melalui pberian asupan makanan tinggi gizi selama 3 bulan, atau ( 90) hari, di karenakan, menurut keterangan orang tuanya ke dua anak ini sering sakit sakitan dan sangat kurang nafsu makannya, sehingga bantuan makanan bergizi tinggi yang di berikan tidak terhabiskan. Berbeda dengan Muhammad Sultonul Muhibbin, Yang selera makannya baik, dalam tiga bulan pemberian makanan gizi tinggi, tiga kali sehari, plus tambahan makanan ringan, seperti biskuit, sudah berangsur memiliki berat dan tinggi badan normal”, terang Randi.

Dikatakan bahwa terjadinya risiko stunting terhadap anak dipengaruhi beberapa faktor,

“Diantaranya, terjadinya pernikahan dini, yang masih minim dalam pengetahuan perawatan anak yang baik. Kemudian, pengaruh ibu nya pada saat hamil menderita suatu penyakit, dan kurangnya asupan gizi pada ibu saat hamil dan menyusui, dan lainnya,” ujar Randi. (and/K-6)

Iklan
Iklan