Palangka Raya, KP – Kemajuan suatu bangsa di era Revolusi Industri 4.0 tidak ditentukan oleh sumber daya alam, akan tetapi ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi.
“Saat ini telah terjadi mismatch di pasar kerja, itu terlihat saat seseorang bekerja tidak sesuai level dan latar belakang pendidikannya dan ketidakcocokan dengan pekerjaannya,” ungkap Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng, Farid Wajdi beberapa waktu yang lalu.
Ia mengungkapkan hal itu saat tampil sebagai narasumber pada Seminar dan Diskusi Panel kegiatan pembekalan Alumni IAIN Palangka Raya tahun 2022 yang dihadiri sebanyak 400 alumni di Aula Utama IAIN Palangka Raya.
“Untuk itu betapa pentingnya peningkatan SDM,” kata Farid Wajdi.
Ia beranggapan, terkait peningkatan kualitas tenaga kerja dapat dilakukan melalui tiga jalur, pertama jalur pendidikan, kedua jalur pelatihan kerja dan ketiga jalur pengembangan karir ditempat kerja.
Farid menegaskan, pendidikan pelatihan kerja dan pengembangan karir ditempat kerja merupakan suatu proses estafet Pengembangan kualitas SDM dan tenaga kerja.
Untuk itu, kembali ia mengajak generasi muda memanfaatkan fasilitas yang ada berupa Balai Latihan Kerja di Kalimantan Tengah untuk mengasah Hard Skill dan Soft Skill.
Dengan demikian diharapkan akan mampu mengatasi mismatch di pasar kerja. “Persiapkan diri anda untuk di dunia kerja, dengan memiliki Hard Skill dan Soft Skill,” tutup Farid. (Drt/KPO-1).















