Tahura Sultan Adam Targetkan 6 Ribu Kunjungan Wisatawan Selama Nataru

Banjarbaru, KP – Libur natal dan tahun baru (Nataru) tentu dimanfaatkan banyak orang untuk berwisata.

Sebagai salah satu destinasi wisata andalan, pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, mulai bersiap menyambut kehadiran wisatawan.

Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, selaku pengelola Tahura menargetkan 5 sampai 6 ribu kunjungan wisatawan pada musim libur Nataru 2022.

Saat ini, Dishut Kalsel sudah menyiapkan tambahan personel untuk menjaga lokasi destinasi wisata.

Dishut Kalsel menambah personel selama musim libur Nataru. Personel tambahan akan ditempatkan di Tahura Mandingin dan Bukit Batu.

“Penambahan personil penjagaan di pos jaga, sekitar kolam belanda, mandin putri kembar, larangan berenang di bukit batu, petugas kebersihan, dan petugas pengamanan.

Semua personil tahura dan TKPH lingkup Dishut dikerahkan untuk menyambut pengunjung di masa nataru,” jelas Kepala Dishut Kalsel, Hj Fathimatuzzahra.

Ia menambahkan, kini Tahura membolehkan pengunjung bermalam, namun harus menaati aturan yang berlaku, petugas akan melakukan patroli.

“Target kami selama nataru kunjungan mencapai 6 ribu orang,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.765
loading...

Selama kunjungan masa nataru akan menambah pemasukan bagi daerah.

Melalui pengelolaan sport wisata di kawasan Tahura Sultan Adam, sudah melebihi target yang ditetapkan.

Dishut Kalsel, selaku pengelola dipatok target sebesar Rp3 miliar, namun sudah mampu mambukukan Rp3,97 miliar atau 130 persen.

Fathimatuzzahra mengaku optimis di akhir tahun pendapatan Tahura Sultan Adam mencapai 4 miliar rupiah.

“Insyaallah, kami yakin bisa tercapai,” katanya.

Tingkat kunjungan wisatawan Nataru di tempat-tempat destinasi wisata nanti dipastikan akan ramai berkali-kali lipat. Khususnya di kawasan Tahura Mandiangin, Bukit Batu dan destinasi wisata sekitarnya yang bakal dipadati pengunjung.

Hal tersebut juga diakui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kalsel, Mugeni.

Bukan tanpa alasan, lanjut Mugeni, spot ekowisata itu jarak tempu dari daerah perkotaan.

“Jarak tempuh ke sana tidak terlalu jauh dijangkau, terlebih lagi tahun ini tidak ada pembatasan kegiatan masyarakat,” ucapnya. (mns/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya