Oleh : Indah Darwati
Pemerhati Ekonomi
Tambang batubara di Kalimantan Selatan sudah dikenal cukup besar dan sudah dieksplorasi dengan baik, bahkan sudah ada pelabuhan khusus dan dikirim ke beberapa daerah, serta sudah memberi manfaat pada masyarakat Kalsel. Apakah sudah cukup puas? Melihat manfaat batubara sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik tenaga uap sudah lazim. Ternyata pemerintah mempunyai rencana lain dengan produksi batubara, yaitu dijadikan Dimethyl Ether (DME). Apakah ini? Ini adalah gas yang bisa menstubstitusi Liquified Petroleum Gas (LPG/elpiji) sebagai energi rumah tangga. Perlu diketahui, keberadaan elpiji sudah perlu di impor, karena sudah hampir 90 persen. Untuk mengurangi subsidi dan impor perlu dilakukan terobosan, yaitu DME. Sebenarnya DME adalah gasifikasi batubara. Dimana batubara yang dihasilkan diproses melalui gasifikasi menjadi gas. Gasifikasi telah dipelajari di Institit Teknologi Bandung (IPB) dan Universitas Gajah Mada (UGM). Pertamina juga telah melakukan ujicoba DME di beberapa responden, dan hasilnya cukup baik. Bisa digunakan kompor khusus atau kompor gas elpiji biasa. Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memiliki Fakultas Teknik yang mungkin diajak kerjasama mengolah batubara menjadi gas elpiji. Pabrik DME baru diresmikan di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Melimpahnya cadangan batubara di Kalsel, tidak mustahil didirikan pabrik serupa, dengan perhitungan investasi yang mungkin menjadi kendala, tetapi Pertamina berencana membangun empat pabrik DME, mungkinkah dibangun di Kalsel?
Pengertian DME adalah hasil olahan dengan bahan utama batubara menjadi sebuah gas. Dimana hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menekan angka impor elpiji yang sangat tinggi di Indonesia. Proses gasifikasi batubara menjadi DME sendiri dilakukan di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
Adapun pihak-pihak yang terkait dalam proses gasifikasi batubara DME ini diantaranya adalah PT Pertamina (Persero), Air Products & Chemical Inc (APCI) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Proyek gasifikasi DME ini sendiri mendatangkan investasi asing yaitu APCI sebesar US 2,1 miliar dollar, atau setara Rp30 triliun. Dengan kebutuhan 6 juta ton batubara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan kurang lebih 1,4 juta DME per tahun. Hal tersebut dapat menekan impor elpiji sebanyak 1 juta ton per tahun. Karena itu, penggunaan batubara bisa memperbaiki neraca perdagangan di Indonesia serta diharapkan bisa memberikan multiplier effect lain untuk menarik investor asing ke Indonesia.
Kelebihan DME Batubara
Meningkatnya penggunaan gas elpiji di kalangan masyarakat sangat tinggi, sehingga impor elpiji tidak bisa dihindarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Indonesia sendiri melakukan impor elpiji sebanyak 5,5 juta sampai 6 juta per tahun. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menekankan untuk menggunakan batu bara rendah kalori yang diolah menjadi DME sebagai pengganti elpiji. Sehingga hal tersebut dapat menekan angka impor elpiji yang sangat tinggi setiap tahunnya. Kelebihan DME dari batubara adalah mudah terurai di udara, sehingga dapat mengurangi kerusakan ozon serta dapat meminimalisir gas rumah kaca sampai 20 persen. Elpiji sendiri dapat menghasilkan gas buang sebanyak 930 kg CO2 per tahun, sedangkan DME sedikit berkurang yaitu 745 kg CO2 per tahun.
Kekurangan DME Batubara
Meskipun terdapat beberapa kelebihan, DME batu bara juga memiliki beberapa kekurangan. Diantaranya adalah tingkat panas yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan dengan elpiji. Gas elpiji mampu menghasilkan panas mencapai 12.076 Kcal/kg, sedangkan DME hanya dapat menghasilkan panas sebesar 7.749 Kcal/kg. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap proses waktu memasak yang menjadi lebih lama 1,1 sampai 1,2 kali lebih lama. Karakteristik DME batu bara sendiri tidak berbeda jauh dengan elpiji, baik untuk sifat kimia sampai dengan fisika. Karena kesamaan karakter tersebut, DME dapat memakai infrastruktur elpiji yang ada, seperti tabung gas, handling eksisting serta storage. DME sendiri nantinya akan dikemas menggunakan tabung layaknya elpiji, kemudian kompor yang digunakan bisa menggunakan kompor untuk elpiji, hanya saja terdapat sedikit modifikasi pada pengaturan udara masuk.












