Iklan
Iklan
Iklan
EKONOMI

Penumpang Datang Dominasi Bandara Syamsudin Noor Selama Januari 2023

1
×

Penumpang Datang Dominasi Bandara Syamsudin Noor Selama Januari 2023

Sebarkan artikel ini
PENUMPANG - Jumlah penumpang yang datang lebih banyak dari pada yang berangkat di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru. (KP/Istimewa)

Banjarbaru, KP – Sepanjang Januari 2023, jumlah penumpang yang datang di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) lebih mendominasi daripada jumlah penumpang yang berangkat.

Seperti diungkapkan Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, bahwa jumlah penumpang yang datang sepanjang Januari 2023 sebanyak 101.236 penumpang. Artinya, dalam sehari ada sekitar 3.266 penumpang yang datang di bandara ini.

Sebaliknya, jumlah penumpang yang berangkat jika dirata-ratakan hanya berada di angka 87.078 penumpang, atau sekitar 2.809 penumpang.

“Mungkin salah satu faktornya adalah banyaknya penumpang yang datang umrah pada bulan Januari, karena berangkatnya di bulan Desember 2022,” ungkap Zulfian, kemarin.

Selain itu, banyak pula penumpang yang datang ke Banjarmasin karena berbagai alasan, salah satunya adalah untuk berlibur. Faktor ini juga diperkirakan menjadi sebab banyaknya penumpang datang ke Kalsel.

“Memang yang paling banyak keberangkatan penumpang dalam satu hari itu, saat libur panjang Imlek kemarin. Begitu pula penumpang yang datang. Karena libur akhir pekan yang panjang,” sambung Zulfian.

Sementara itu, sepanjang Januari 2023, jumlah pergerakan pesawat berada di angka 1.902, dengan rincian 953 penerbangan yang datang dan 949 penerbangan yang berangkat. Atau jika dirata-ratakan sebulan ada sebanyak 61 pergerakan pesawat.

Dijelaskan Zulfian, hingga akhir Januari 2023 belum ada satu pun maskapai penerbangan yang mengajukan rute penerbangan dari dan/atau ke Banjarmasin.

“Kita juga berharap, ke depannya nanti akan ada pembukaan rute baru lagi. Misalnya tujuan ke Bali atau Lombok, namun ini bergantung pada kajian maskapai juga, karena melihat potensi rutenya,” tutupnya. (Opq/-1)