Iklan
Iklan
Iklan
OPINI PUBLIK

Meningkatkan Efisiensi Transaksi Non Tunai dengan Pemanfaatan Teknologi QR Code

×

Meningkatkan Efisiensi Transaksi Non Tunai dengan Pemanfaatan Teknologi QR Code

Sebarkan artikel ini

Oleh : Igles Destiano
Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi, Universitas Sari Mulia

Quick respon code (QR Code) atau kode respons cepat adalah barcode dua dimensi yang bisa memberikan informasi secara langsung. Menurut Bank Indonesia pada Undang-Undang Nomor 23 pasal 1 menyatakan secara tegas bahwa sistem pembayaran merupakan satu kesatuan yang utuh dari seperangkat aturan, lembaga, mekanisme untuk melaksanakan pemindahan dana untuk memenuhi kewajiban yang timbul dari kegiatan ekonomi. 

Android

Informasi yang dapat ditampung oleh sebuah QR code mencapai 7089 digit angka dan 4296 karakter alfanumerik. Alfanumerik merupakan huruf, angka, dan simbol-simbol (seperti tanda baca dan simbol matematika). Hasilnya, deskripsi barang, nomor, URL situs web dapat disimpan di sana. Ciri khas dari QR Code ini berbentuk kotak dengan beberapa printilan atau kotak-kotak kecil di dalamnya.

QR Code pertama kali diangkat atau dibuat oleh sebuah perusahaan bernama Denso Wave. Perusahaan Denso Wave berhasil mempublikasikan teknologi QR Code pertama kali diperkenalkan pada 1994. Denso Wave sendiri merupakan perusahaan Jepang yang membuat alat pindai dengan respon yang cepat. Maka dari situlah mereka menciptakan alat pemindai QR. Awalnya, kode QR digunakan untuk melacak suku cadang kendaraan selama produksi. Namun, kode QR sekarang digunakan dalam konteks yang lebih luas, termasuk aplikasi komersial dan aplikasi pelacakan yang berfokus pada kenyamanan pengguna ponsel. Contoh penggunaan QR Code yang paling banyak digunakan adalah untuk melakukan pembayaran nontunai atau mobile payment dengan menggunakan perangkat smartphone yang memanfaatkan berbagai media teknologi nirkabel.

Adanya smartphone (ponsel pintar), beberapa negara sudah mulai menerapkan mobile payment. Dari 2018 lalu, Bank Indonesia telah menghimbau pihak perbankan nasional untuk bersiap mengimplementasikan teknologi sistem pembayaran QR Code. Transaksi menggunakan QR Code dianggap lebih cepat dan praktis dibandingkan pembayaran menggunakan kartu debit maupun kredit. 

Baca Juga:  Pers dan Sistem

Di dalam dunia teknologi khusus pada smartphone, QR Code sangat penting terutama untuk melakukan pembayaran di supermarket atau minimarket, dikarenakan apabila saat membayar sesuatu dan tidak membawa kartu kredit atau ATM atau uang tunai, maka bisa membayarnya melalui teknologi QR.

QR code sendiri di Indonesia biasanya dinamakan dengan Qris atau kepanjangan dari quick respon Indonesia. Standar code Qris ini merupakan standar kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan asosiasi sistem pembayaran Indonesia atau biasa disingkat dengan ASPI, yang bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh metode pembayaran non tunai di Indonesia. Fungsi dan tujuan dari QR Code dan Qris tentunya sama saja, hanya saja Qris lebih menjamin dan terjamin saat melakukan pembayaran uang non tunai karena sudah terintegrasi dengan keamanan yang dibuat oleh Bank Indonesia.

Tak hanya dapat digunakan sebagai alat pembayaran, QR Code juga bisa dimanfaatkan dalam media pembelajaran. Melalui QR Code ini, pengajar memberikan kunci kepada siswa untuk menemukan sendiri konsep–konsep pelajaran. QR Code ini dapat dihubungkan ke berbagai situs pengetahuan yang terkait dengan topik ini. QR Code ini juga dapat berisi gambar atau proses. 

Menurut Soon (2008), QR Code adalah suatu jenis kode matriks atau kode batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, sebuah divisi Denso

Corporation yang merupakan sebuah perusahaan Jepang dan dipublikasikan pada 1994 dengan fungsionalitas utama yaitu dapat dengan mudah dibaca oleh pemindai QR merupakan singkatan dari quick response atau respons cepat, yang sesuai dengan tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respons yang cepat pula.

Tujuan utama penggunaan QR code adalah untuk memberikan informasi penting mengenai bisnis dengan tampilan yang lebih sederhana. Memudahkan dalam proses transaksi, sehingga tidak memerlukan uang tunai.

Baca Juga:  Naiknya Angka Kemiskinan di Tengah Pandemi Covid-19

Manfaat QR Code, yaitu untuk menampilkan teks pada pengguna, membuka URL, menyimpan kontak ke buku telepon. QR Code juga mempermudah pengguna untuk mengakses data secara cepat tanpa perlu menuliskan data tersebut.

QR Code adalah jenis kode matriks atau kode batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, sebuah divisi dari Denso Corporation, sebuah perusahaan Jepang dan dirilis pada tahun 1994 dengan fitur utama mudah dibaca oleh pemindai. QR adalah singkatan dari Quick Response atau Respon Cepat, cocok untuk tujuan menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan jawaban dengan cepat. Berbeda dengan barcode yang hanya menyimpan informasi secara horizontal, kode QR mampu menyimpan informasi baik secara horizontal maupun vertikal, sehingga kode QR secara otomatis memuat lebih banyak informasi daripada barcode.

Ada beberapa hal penting yang harus diketahui sebelum membuat sebuah QR Code dan membacanya dengan sebuah ponsel. Karena QR Code sendiri memiliki kelemahan, yaitu jika file yang dijadikan QR code semakin besar, maka semakin tinggi juga resolusi yang dibutuhkan untuk menampung QR Code di dalam gambar. Artinya QR Code harus dipindai dengan kamera beresolusi tinggi agar data yang tersimpan dapat terbaca dengan benar dan sempurna. 

Iklan
Iklan