Banjarmasin, KP – Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) cabang olahraga binaraga, rencananya akan dilaksanakan 27-29 Juli 2023 di Provinsi Bengkulu, dengan pembatasan usia maksimal 50 tahun atau kelahiran 1975.
“Pertama kali diterapkan di Pra PON kali ini, sangat bagus sehingga ada regenerasi atlet,” ujar Ketua Harian PBFI Kalsel, Yudha Pribadi saat menggelar donor darah, di halaman Akbid Abdi Persada Banjarmasin belum lama tadi.
Dengan pembatasan usia ini pula kata Yudha dapat menimbulkan persaingan yang sehat dan tidak ada lagi istilah atlet senior, dan dapat mempersiapkan dan membuka peluang untuk atlet junior bertanding.
Di bulan Mei mendatang Pengprov PBFI kata Yudha, akan menggelar rapat sekaligus menunjuk atlet-atlet yang akan diberangkatkan ke Pra PON.
Bagi para atlet peraih medali di Porprov dan Kejurnas terangnya menjadi nilai tambah dan akan langsung ditunjuk untuk memperkuat tim binaraga Kalsel.
Di Pra Pon nanti lanjutnya, pihaknya masing-masing mengirim atlet di 11 kelas yang dipertandingkan. Yudha berharap paling tidak Kalsel mampu meloloskan tiga atau empat atletnya.
“Kami akan maksimalkan persiapan dua hingga tiga bulan terakhir ini,” jelasnya.
Menurut Yudha yang juga Manager BSC (Bugar Sport Centre) Teluk Dalam Banjarmasin, untuk persaingan di Pra PON nanti masih didominasi daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DKI Jakarta yang memiliki kemampuan atlet yang cukup besar, paparnya.
Adapun untuk kegiatan donor darah yang dilaksanakan BSC kerjasama dengan PMI Banjarmasin dan Yayasan Sayang Ibu, Donor darah ini sebagai sumbangsih terhadap tingginya permintaan darah di rumah sakit.
‘’Kita mengetahui bahwa bank darah PMI Banjarmasin selalu kekurangan darah, karena tingginya permintaan untuk pasien-pasien yang membutuhkan darah di rumah sakit-rumah sakit di Banjarmasin bahkan Kalimantan Selatan, kata Yudha.
BSC yang merasa terpanggil, kemudian secara rutin menggelar kegiatan donor darah, yang setiap kali melaksanakan kegiatan berhasil mengumpulkan ratusan kantong darah berbagai golongan.
‘’alhamdulillah, setiap pelaksanaan donor oleh BSC dan PMI, selalu berhasil menarik minat para pendonor yang telah memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya mendonos bagi kesehatan dan kebugaran tubuh, disamping membantu sesame yang membutuhkan darah tersebut,’’ pungkas Yudha. (nfr/k-9)















