Banjarmasin, KP – Tim sepakbola binaan Dispora (Dinas Kepemudaan dan Olahraga) Kalimantan Selatan, Allstars Kalsel FC bernasib apes dalam
laga babak final Piala Paman Birin U40 memeriahkan HUT Kodam VI Mulawarman.
Menghadapi tim Allstars Martapura FC, sejatinya Allstars Kalsel yang diarsiteki pelatih Pep Edy Susanto dan Mulyani bermain cukup ciamik,
karena mampu lebih banyak melakukan tekanan di daerah pertahanan lawan.
Tetapi dari pressure luar biasa yang dilakukan Akang Arief serta Yulfi dan kawan-kawan, tidak satupun membuahkan gol. Ironisnya ketika
para pemain Martapura FC melakukan serangan, bola hasil tendangan yang bergulir tidak terlalu kencang, tidak mampu ditangkap kipper
kawakan Allstars Miji Horizon. Penyebabnya ketika bola bergulir pelan Miji tergelincir dan tidak dapat menjangkau si kulit bundar.
Laga final yang dilangsungkan di lapangan Rindam VI Landasan Ulin Banjarbaru, Sabtu petang (29/7/2023) tersebut, rupanya bukan hari
keberuntungan Miji Horizon yang biasanya tampil ciamik dan atraktif, sering melakukan penyelamatan gemilang. Hari itu Miji benar-benar
apes, gol kedua Martapura FC dari tendangan bebas sudah berhasil ditangkap Miji, namun tidak dinyana terlepas dan kulit bundar tersebut
bergulir ke dalam gawangnya. 2-0 untuk keunggulan Martapura FC.
Setelahnya para pemain Allstars Kalsel tidak patah semangat terus melakukan serangan gencar, namun Dewi Fortuna sedang tidak berpihak pada
klub yang diketuai H Juman tersebut. Sampai peluit akhir 2x4o menit ditiup wasit, kedudukan tidak berubah, dan Allstars Kalsel tetap harus
puas dengan menempati posisi runnerup.
Namun Allstars Kalsel masih mendapatkan hiburan, karena pemainnya Akang Arief berhasil meraih gelar sebagai Top Skor dengan besutan 4 gol.
Pembina Allstars Kalsel, Yuyu Rahmat Mulyana mengakui timnya bermain dibawah performa terbaiknya. ‘’Pemain Allstar Kalsel banyak salah
memberi bola dan kalah main di lini tengah. Man to man pemain Allstar Kalsel terhadap pemain lawan juga tidak terlihat,’’ kata Yuyu calon
legislative Kota Banjarmasin dari Partai Prabowo Subianto, Gerindra.
Ditambahkan Ketua Allstars Kalsel, H Juman, meskipun Allstar Kalsel banyak menyerang namun tidak ada satu peluang pun bisa dimanfaatkan
menjadi gol. Ali yang menjadi libero pada babak final diganti Riduan Sirait sedangkan Ali menjadi gelandang bertahan.
‘’Namun apapun hasil yang sudah diraih tim Allstars Kalsel tetap harus disyukuri, karena inilah yang terbaik untuk mereka. Sebab untuk
bisa mencapai babak final juga bukan hal mudah, karena beberapa tim bertabur bintang, tidak mampu mencapainya karena kandas di
perempatfinal dan semifinal,’’ pungkas H Juman.
Juara I Allstars Martapura FC menerima hadiah Rp7,5 juta, II Allstars Kalsel Rp5 juta, juara III Rp3 juta dan juara IV Rp2 juta. (nfr/k-9)















