Komisaris PAM Bandarmasih, Karlina menyampaikan, bahwa efesiensi operasional PAM yang sukses menjadikan laba lebih besar itu
diharapkannya agar lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan
BANJARMASIN, KP – Paska Covid ternyata PT Air Minum (PAM) Bandarmasih tahun 2022, yang hampir tak mendapatkan suntikan modal ternyata
masih tetap sehat, dan mendapatkan laba atau keuntungan yang cukup besar dan meningkat bila dibanding tahun sebelumnya.
Bahkan berdasarkan laporan neraca Komparatif per 31 Desember 2022 perusahaan yang berubah menjadi PT tersebut mampu meraup keuntungan
Rp 22,8 miliar lebih yang cukup pantastis tentunya.
Keuntungan yang cukup besar tersebut jauh bila dibanding dengan laba tahun 2021 yakni hanya Rp 3,5 miliar saja pertahunnya. Bagaimana
PT PAM bisa meraih keuntungan dan terobosan apa saja yang telah diraih?
Menurut Direktur Utama PAM Bandarmasih, Ir M Ahdiyat, hal itu terjadi karena pihaknya banyak melakukan penghematan dari berbagai
bidang. Misalnya saja, mulai penggunaan listrik, PAM berhasil menghemat kurang lebih 1 miliar per tahunnya.
Kemudian bahan bakar minyak (BBM) yang penggunaannya sempat Rp 1,2 miliar kini berhasil turun Rp 485 juta saja. Juga bahan kimia yang
berhasil diturunkan penggunanya.
“Alhamdulillah laba kita jauh meningkat, ini karena kita memaksimalkan efesiensi beban operasional seperti listrik, penggunanaan bahan
kimia dan beban lainnya,” ucapnya pada jumpa pers yang dihadiri Dekom Hj Karlina, Dirum Syahrani.
“Dengan laba tersebut juga kita bersiap untuk bisa mandiri dan berangsur melakukan peremajaan pipa, misalnya sepanjang jalan A Yani,”
tuturnya.
Sementara itu, Komisaris PAM Bandarmasih, Karlina menyampaikan, bahwa efesiensi operasional PAM yang sukses menjadikan laba lebih besar
itu diharapkannya agar lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Misalnya pembenahan layanan di titik-titik yang sering terjadi problem di wilayah Banjarmasin Barat, termasuk juga di wilayah
Banjarmasin Utara. Sehingga apa yang masuk bisa seimbang dengan pelayanan.
“Kita harap laba rugi ini harus disesuikan, artinya pelayanan ke pelanggan harus diprioritaskan,” tuturnya.
Direktur Umum PAM Bandarmasih, Syahrani juga menyampaikan, bahwa laba itu tentu akan dimaksimalkan untuk pelayanan.
Dari laba itu, 10 persennya dicadangkan, sedangkan sisanya dijadikan investasi pengembangan perusahaan, salah satunya diangarkan untuk
pembenahan perpipaan di wilayah Barat dan Utara.
Bahkan sejak tahun 2013 hingga 2022, PDAM yang kini sudah berubah menjadi PT AM sudah menyetor Pendapatan Asli Daerah ke pemerintah
provinsi Kalsel sebesar RP11.505.142.293,45 dan kepada untuk pemerintah Kota dan sebagai PAD Kota Banjarmasin sebesar
Rp72.302.044.653,59, sehingga total yang ditelah disetor sebagai pendapatkan dari Pemko dan Provinsi sebesar
Rp83.807.186.907,04.(nau/K-3)















