Kabut tipis dengan aroma terbakar pun sangat terasa pada pagi dan sore hari.
BANJARMASIN, KP – Kiriman kabut asap dari wilayah sekitar Kota Banjarmasin membuat kualitas udara menurun.
Pemantauan kualitas udara atau ISPU (Indeks Standar Pemantau Udara) di Simpang Tiga Jembatan Merdeka menunjukkan level kuning atau waspada.
Kabut tipis dengan aroma terbakar pun sangat terasa pada pagi dan sore hari.
Kepala DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love mengatakan warna kuning di layar ISPU menandakan warga Kota Banjarmasin untuk waspada.
Dirinya meminta warga Kota Banjarmasin untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta memakai masker karena kualitas udara yang buruk.
“Kalau tidak ada keperluan sama sekali, tidak perlu keluar rumah agar kesehatan tetap terjaga dengan baik” tutur Alive Yoesfah Love.
Menurutnya DLH, Dinkes (Dinas Kesehatan) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) harus bersama-sama menginformasikan kepada masyarakat soal kualitas udara yang memburuk sehingga membuat potensi peningkatan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas).
“Perlu kerjasama dan sinergi semua dinas agar ini bisa berhasil, karena DLH hanya berwenang untuk melakukan pemantauan” kata Alive Yoesfah Love.
Sementara, BPBD Kota Banjarmasin juga meminta penetapan status Siaga Kabut Asap.
Kepala BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thambrin saat ditemui di Kantor BPBD Kota Banjarmasin mengatakan surat permintaan penetapan status Siaga sudah dikirimkan dan tinggal menunggu persetujuan pimpinan.
“Surat penetapan sudah ditangan pimpinan, saya dengar sudah diparaf tinggal tunggu tanda tangan” kata Husni Thambrin.
Kabut asap di Kota Banjarmasin disebutnya berasal dari kiriman Kabupaten tetangga, yaitu Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala. (mar/K-3)















