Festival Balogo Piala Paman Birin 2024 di Tamban, Batola berlangsung semarak dan sukses, diikuti 75 tim atau 150 pemain.
TAMBAN, BATOLA, KP – Jelapat 1 Tim berhasil menjuarai Festival Balogo Paman Birin Cup yang digelar di Aula Kecamatan Tamban, Barito Kuala(Batola), Kalimantan Selatan, sejak hari Jumat (12/1/2024) sampai Sabtu (13/1) malam.
Dari 25 tim yang lolos babak final, Jelapat 1 Tim menjadi satu-satunya tim yang berhasil mengantongi 13 poin, sehingga Jelapat 1 Tim, berhak dinobatkan sebagai juara Festival Balogo Paman Birin Cup yang diikuti kurang lebih 75 tim.
Sedangkan untuk juara 2 dan 3 harus kembali di adu karena memiliki poin sama, yakni masing-masing kantongi 12 poin.
Satu tim balogo diisi dua orang pemain. Sehingga dari kurang lebih 75 tim yang ikut serta, sehingga total peserta ada sebanyak 150 orang, dari pelajar, remaja, dewasa, hingga usia tua.
Festival Balogo Paman Birin Cup hanya boleh diikuti oleh warga asli Kecamatan Tamban, Mekarsari, dan Tabunganen yang berada di wilayah Kabupaten Batola.
Abdul Latif dan Usaeri dari Jelapat 1 Tim pun berhak menerima uang pembinaan senilai Rp 7,6 juta, diserahkan langhsung Paman Birin diwakili Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono, didampingi Camat Tamban, Agus Supriadi.
Abdul Latif membeberkan, rekan satu timnya Usaeri padahal baru mempelajari Balogo kurang lebih sekira tiga hari, sebelum Festival Balogo Paman Birin Cup digelar.
“Kalau saya memang sudah sejak tahun 2000 an gemar balogo, teman saya ini baru tiga hari yang benar-benar mempelajari teknik-teknik balogo, alhamdulillah kami bisa juara,” katanya.
Sementara itu, Camat Tamban, Agus Supriadi mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas dipercayakannya pelaksanaan Festival Balogo Paman Birin Cup di kecamatan Tamban.
“Tentu kami awalnya tidak menyangka akan membludak peserta dan ini menunjukkan bahwasanya animo masyarakat kecamatan sekitarnya sangat positif,” ujarnya.
Dengan tingginya antusias masyarakat Kecamatan Tamban dan kecamatan lainnya tentu menurutnya olahraga tradisional yang ada di Kalimantan Selatan, seperti Balogo akan berkembang.
“Mengingat antusiasme kita luar biasa ini menjadi sesuatu yang berharga dalam rangka mencari di bibit berprestasi di wilayah. Sehingga bisa menambah perbendaraan pegiat Balogo kita dan bisa lebih meningkatkan olahraga tradisional yang ada di wilayah kita sendiri,” tandasnya.
Balogo Harus dilestarikan
Permainan balogo menjadi salah satu yang harus dilestarikan, salah satunya lewat perlombaan, yang disambut antusias warga Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala.
Balogo menjadi salah satu permainan tradisional yang saat ini terus gencar dimainkan. Bahkan tak jarang permainan ini juga dilombakan. Disetiap lombanya permainan yang sudah merambah ke ranah olahraga tradisional ini tak pernah sepi peminat. Ratusan pemain beradu strategi, fokus dan pukulan untuk menjadi yang terbaik. Seperti pada festival balogo paman birin cup 2024 ini contohnya. Digelar di aula kantor Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala ini yangdiikuti kurang lebih 150 peserta.
Seorang peserta, Rahmat safitri mengaku baru pertamakali mengikuti peertandingan balogo tersebut. Dia menilai balogo sangat posiitif dan bagus untuk mengangkat budaya banjar, selain fokus jua harus mengatur strategi.
Dua pemain lainnya Zatkiya dan Nur Ridha yang berstatus pelajar mengaku senang ikut lomba balogo, karena disekolah sudah diajarin.
‘’Lewat kejuaraan serupa diharapkan dapat membantu melestarikan budaya lokal dan mengajak masyarakat berolahraga,’’ ujarnya. (nfr/k-9)














