Iklan
Iklan
Iklan
BanjarbaruTRI BANJAR

Cegah Kepunahan Balai Bahasa Revitalisasi Tiga Bahasa Lokal Kalsel

×

Cegah Kepunahan Balai Bahasa Revitalisasi Tiga Bahasa Lokal Kalsel

Sebarkan artikel ini
REVITALISASI TIGA BAHASA- Kepala Balai Bahasa Kalsel, Armiati Rasyid berfoto bersama program revitalisasi tiga bahasa daerah, terbaru bahasa Dusun Deah masuk dalam jajaran bahasa yang direvitalisasi selain bahasa Banjar dan bahasa bakumpai. (KP/Devi)

Banjarbaru,KP- Balai Bahasa Kalimantan Selatan kembali menggelar program revitalisasi tiga bahasa daerah, terbaru bahasa Dusun Deah masuk dalam jajaran bahasa yang direvitalisasi selain bahasa Banjar dan bahasa bakumpai.

Kepala Balai Bahasa Kalsel, Armiati Rasyid berharap Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) ini bisa mewujudkan ketahanan bahasa daerahnya. Revitalisasi bahasa daerah di Indonesia memiliki tujuan akhir sebagai pendekatan baru dengan menjadikan para penutur muda sebagai penutur aktif berbahasa daerah.

Android

“Bahasa Dusun Deah ini baru tahun pertama kita revitalisasi . Untuk bahasa Banjar dan bahasa bakumpai merupakan tahun kedua. Tahun ini kita review ulang untuk melihat metode yang digunakan sudah tepat atau masih ada yang perlu inovasi baru,”ujar Armiati.

Bagi bangsa Indonesia, bahasa daerah menjadi aset budaya tak benda yang merekam kearifan lokal, khazanah pengetahuan dan kebudayaan, serta kekayaan batin penuturnya. Aset tersebut perlahan akan hilang seiring dengan punahnya sebuah bahasa.

“Salam perumusannya kami membawa praktisi bahasa dari masing-masing daerah,” katanya.

Adapun narasumber yang di bawa yakni , Setia Budi, selaku praktisi bahasa Bakumpai, kemudian Nelia Hikmah sebagai praktisi Bahasa Banjar juga Johansyah sebagai praktisi Bahasa Dusun Deah.

Balai Bahasa juga kedepannya akan melatih 251 guru utama SD dan SMP dari 13 kabupaten kota di Kalimantan Selatan. (Dev/K-3)

Iklan
Baca Juga:  Dibuka Posko Kesehatan Korban Kebakaran Pekauman Ulu
Iklan