Iklan
Iklan
Iklan
BanjarmasinTRI BANJAR

Dewan Minta SKPD Terkait Bekerja Keras Lagi Turunkan Stunting

×

Dewan Minta SKPD Terkait Bekerja Keras Lagi Turunkan Stunting

Sebarkan artikel ini

Tingginya angka stunting di Banjarmasin, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Arufah Arif mengingatkan, Dinas Kesehatan dan SKPD terkait lebih bekerja keras lagi meningkatkan sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan mencegah masalah kekurangan.

BANJARMASIN, KP – Stunting atau penderita gizi buruk terhadap anak di Kota Banjarmasin masih belum bisa ditekan.

Berdasarkan data tahun 2022 persentase angkanya berada di 22,4 persen. Sementara tahun 2023 datanya masih belum dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Menyikapi masih tingginya angka stunting Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Arufah Arif mengingatkan, Dinas Kesehatan dan SKPD terkait lebih bekerja keras lagi meningkatkan sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat guna mencegah masalah kekurangan gizi terhadap anak itu.

Kepada {KP} Jumat (27/4/2024) ia mengatakan, memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat sangat penting karena para orang tua lah yang setiap hari mengurus dan mengawasi pertumbuhan dan kesehatan anaknya dengan memberikan makanan bergizi.

“Terlebih hal utama dijadikan perhatian selain memberikan makanan bergizi yaitu memberikan Air Susu Ibu (ASI) agar balita dan anak tumbuh sehat dan terhindar dari stunting,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi diantaranya membidangi kesehatan ini mengakui, di Indonesia masalah stunting masih menjadi isu nasional yang harus dituntaskan.

Diakui Pemko Banjarmasin melalui sejumlah program yang dilaksanakan menargetkan menurunkan stunting berada di angka 14 persen yang diharapkan tercapai pada tahun 2024 sesuai target secara nasional.

Arufah berpendapat akibat berbagai keterbatasan pengetahuan dan masalah ekonomi sebagian masyarakat menjadi penyebab utama masih tingginya anak menderita stunting.

Sebagaimana diketahui stunting adalah masa pertumbuhan anak kurang berkembang dengan baik.

Salah penyebab utamanya akibat kekurangan pemberian makanan bergizi. (nid)

Iklan
Baca Juga:  Polemik Tumpukan Barang Bekas Akhirnya Dibawa ke Balai Kota
Iklan