Iklan
Iklan
Iklan
OPINI PUBLIK

Makna Kunjungan Prabowo Bagi Hubungan China-Indonesia

×

Makna Kunjungan Prabowo Bagi Hubungan China-Indonesia

Sebarkan artikel ini

Oleh : Najamuddin Khairur Rijal
Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Muhammadiyah Malang

Kunjungan Prabowo Subianto ke China pada awal April lalu atas undangan Presiden Xi Jinping membawa dimensi baru dalam hubungan diplomatik antara Indonesia dan China. Hal ini karena Xi mengundang Prabowo dalam kapasitas sebagai Presiden terpilih Republik Indonesia periode 2024-2029, meski keputusan final masih berproses di Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam surat resmi kepresidenan tertanggal 20 Maret 2024, Presiden Xi mengucapkan selamat kepada Prabowo atas terpilihnya sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China, Prabowo disebut sebagai presiden terpilih RI dan Ketua Umum Gerindra. Tidak ada sebutan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Global Times, salah satu media di China, bahkan menyebut penyambutan bagi Prabowo tidak lazim. Sebab, tidak biasanya pemerintah China mengundang presiden terpilih, sebelum benar-benar resmi menjabat.

Kunjungan ini perlu dimaknai tidak hanya sebagai penanda kontinuitas hubungan baik antar dua negara, tetapi juga dapat dilihat sebagai lembaran baru dalam kerja sama strategis, terutama di bidang investasi, pertahanan, dan pembangunan. China meyakini kunjungan Prabowo merupakan kesempatan besar untuk meningkatkan persahabatan China-Indonesia guna memperdalam kerja sama strategis yang komprehensif dan menyinergikan strategi pembangunan sebagai dua negara dengan kekuatan ekonomi yang diperhitungkan secara global.

Kunjungan luar negeri pertama Prabowo sebagai presiden terpilih ini sekaligus menegaskan posisi strategis China dalam kebijakan luar negeri Indonesia. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar, yang terus membayangi dominasi Amerika Serikat, China memiliki peran penting dalam perekonomian global. Lebih dari itu, Indonesia adalah negara penerima terbesar investasi China di kawasan Asia Tenggara.

Data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia menyebut angka investasi China mencapai US$ 7,3 miliar pada tahun 2023, yang menempatkan China sebagai investor terbesar kedua di Indonesia, setelah Singapura. Karena itu, undangan Xi ini dapat dilihat sebagai upaya China untuk memperkuat dan memperdalam hubungan bilateral, khususnya dalam aspek ekonomi dan investasi.

Baca Juga:  Jammer : Keamanan atau Ancaman bagi Komunikasi dan Privasi?

Dalam konteks yang lebih luas, kunjungan Prabowo ke China juga mencerminkan dinamika geopolitik regional yang terus dinamis. Sebagai negara besar di kawasan Asia Tenggara, Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan (ekuilibrium) kekuatan di kawasan. Dengan menjalin hubungan yang lebih erat dengan China, Indonesia dapat memainkan peran lebih signifikan dalam skema geopolitik kawasan, mengingat China juga menjadi negara intrusive yang terlibat dalam perebutan pengaruh dan kepentingan di kawasan.

Di sisi lain, hubungan Indonesia-China selama ini juga berlangsung fluktuatif. Hubungan keduanya dihadapkan pada tantangan, salah satunya terkait ketegangan di wilayah Laut China Selatan yang selama ini menjadi sengketa antara China dan beberapa negara Asia Tenggara. Karena itu, pada saat yang sama, Indonesia juga merasa perlu menjaga keseimbangan kekuatan dengan menjalin hubungan harmonis dengan kekuatan global Amerika Serikat. Olehnya itu, usaha diplomasi Indonesia menjadi penting dalam kunjungan ini untuk memastikan bahwa Indonesia dapat memaksimalkan manfaat dari hubungan dengan China, sekaligus juga memitigasi potensi risiko dan ketegangan yang bisa terjadi. Inilah manifestasi dari prinsip politik luar negeri bebas-aktif Indonesia.

Selain itu, kunjungan Prabowo ke China ini juga dapat diartikan sebagai upaya Indonesia dalam memosisikan diri sebagai pemain kunci dalam ekonomi global. Dengan memperkuat hubungan dengan China, Indonesia bisa lebih memanfaatkan peluang ekonomi yang ditawarkan oleh Belt and Road Initiative (BRI) China, yang merupakan agenda global China untuk meningkatkan konektivitas dan kerja sama ekonomi antar-negara. Sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan ke dua negara, di mana Prabowo sekaligus menjabat sebagai Menteri Pertahanan saat ini.

Pada intinya, kunjungan Prabowo Subianto ke China memiliki makna yang mendalam. Bukan hanya tentang memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga tentang bagaimana mengambil peran aktif dalam dinamika geopolitik regional dan global, serta memanfaatkan peluang ekonomi untuk kemajuan Indonesia. Di masa depan, kedua negara diharapkan dapat bekerja sama dalam semangat saling menguntungkan, mengatasi tantangan bersama, dan berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional serta global.

Iklan
Iklan