Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
OPINI PUBLIK

APA TUGAS ULAMA?

×

APA TUGAS ULAMA?

Sebarkan artikel ini

Oleh : NURMADINA MILLENIA

Jika melihat kehidupan di muka bumi ini begitu banyak sekali aturan dan hukum yang melingkari kehidupan manusia. Sehingga bisa terabaikan hukum hukum keagamaan. Padahal justru agama Islam yang semestinya yang banyak diketahui dan sedikit-demi sedikit diterapkan, pada kenyataan dalam hidup ini. Padahal jika ada sesuatu yang semestinya diputuskan serta diambil di dalam masalah kehidupan, lalu salah di dalam penerapannya, maka akan berakibat lanjut. Jika sebuah kesalahan, maka akan menimbulkan kesalahan berikutnya yang berangkai. Karena itu sudah sepatutnya selalu instropeksi diri, kemudian memperbaiki kesalahan itu. Sebelum menjadi beku dan keras seperti batu, sehingga amat sulit untuk dimasuki oleh pintu hidayah. Artinya sebenarnya manusia itu sendiri yang mengerti tiap langkah kehidupannya.

Pada buku kajian, jika “Qiyadatul Ulama wal Ummah” menyebutkan enam tugas ulama. Diantaranya, tugas intelektual (al amal al-fiqri), dimana harus dikembangkan berbagai pemikiran sebagai rujukan ummat. Sebagaimana dapat dikembangkan pemikiran ini dengan mendirikan majlis-majlis ilmu, pesantren, atau hauzat, menyusun kitab-kitab yang bermanfaat bagi manusia yang yang meliputi, Al-Qur’an dan hadis, aqaid, fiqh, ushul fiqh, ilmu-ilmu aqliyah, matematika, tarikh, ilmu bahasa, kedokteran, biologi, kimia dan fisika. Disamping juga membuka perpustakaan-perpustakaan imiah.

Ulama juga membimbing keagamaan, dimana figur itu harus menjadi rujukan (marja’) dalam menjelaskan hala dan haram. Juga berperan dalam hal mengeluarkan fatwa tentang berbagai hal yang berkenaan dengan hukum-hukum Islam.

Ulama juga berkomunikasi dengan ummat. Dimana dekat dengan umat, yang menjadi binaan dan bimbingannya. Tidak boleh terpisah, dengan membentuk kelas elit. Akses hubungannya dengan umat diperolehnya melalui hubungan langsung, juga dapat mengirimkan wakil ke setiap daerah secara permanen, atau mampu menyampaikan khutbah.

Baca Juga:  Pengembangan Teknologi pada Masyarakat Desa

Ulama juga menegakkan syiar Islam. Peranannya memelihara serta melestarikan dan menegakkan berbagai manifestasi ajaran Islam. Ini dapat dilakukan dengan membangun masjid, meramaikannya, serta menghidupkan ruh Islam di dalamnya. Di ana terdapat acara-acara yang menyemarakkan upacara keagamaan dan merevitalisasikan maknanya dalam kehidupan yang aktual. Dengan tujuan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, maka dengan demikian menghilangkan bid’ah bid’ah jahiliyah dalam pemikiran dan kebiasaan umat.

Ulama juga berperanan mempertahankan hak-hak ummat. Mereka harus tampil membela dan demi kepentingan ummat, jika haknya dirampas. “Ulama harus berjuang meringankan penderitaan mereka dan melepaskan belenggu-belenggu yang memasung kebebasan mereka”.(QS. Al-‘Araf:157).

Ulama yang jelas adalah berjuang melawan musuh-musuh Islam dan kaum Muslimin. Ulama adalah pejuang yang siap melawan lawan Islam bukan saja dengan pena dan lidah, tetapi juga dengan keahlian dan kemampuan. Sebagai perwujudan syahadah dan komitment yang total pada Islam. Demikian itu kedudukan ulama berada digaris depan, yang melihat masa kini, sesuai syariah.

Iklan
Iklan