Iklan
Iklan
Iklan
HEADLINE

Dua Kabupaten dan Satu Kota Investasi Paling Besar

×

Dua Kabupaten dan Satu Kota Investasi Paling Besar

Sebarkan artikel ini

Banjarbaru, KP – Sektor pertambangan masih menjadi primadona investor yang menanamkan modal usaha di Provinsi Kalsel.

Dari capaian triwulan 1 tahun 2024, sektor tambang masih mendominasi.

“Sektor pertambangan batu bara masih mendominasi realisasi investasi di Banua. Kususnya di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kalimantan Selatan, Endri di Banjarbaru, Senin (13/5).

Capaian realisasi investasi di Kalimantan Selatan pada triwulan pertama 2024 sudah mencapai Rp7,039 triliun. Dengan capaian tersebut, Provinsi Kalimantan Selatan berada pada peringkat sebelas di Indonesia dari sebelumnya urutan 15.

Dari Rp7 triliun lebih itu didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan capaian Rp5,4 trilun.

Investasi paling besar dari angka itu ada dua kabupaten yakni Tanah Bumbu dengan Rp1,3 triliun dan Kotabaru sebesar Rp1,2 triliun.

Selanjutnya Kota Banjarmasin dengan Rp799 miliar.

Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,6 triliun.

Pada PMA, Banjarmasin menjadi penyumbang terbanyak investasi dengan angka Rp953 miliar.

“Untuk Penanaman Modal Asing (PMA) Kalsel peringkat 18, kemudian dari total Rp7 triliun lebih yang masuk itu untuk PMDN Sebesar 89,5% sedangkan untuk PMA 10,5%, memang masih didominasi penanaman modal dalam negeri,” ungkapnya.

Total keseluruhan proyek PMDN tersebut sejumlah 2.373, untuk PMA sebanyak 279 proyek, totalnya ada 2.652 proyek.

“Negara yang terbesar khusus untuk PMA yang melakukan investasi dari Singapura sebanyak 113 proyek.

Kemudian Hongkong ya sebanyak 36 proyek. Kemudian ada beberapa juga negara sudah investasikan ke Kalsel,” pungkasnya.

Menurut Endri, pertumbuhan ekonomi yang sangat baik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan investasi Kalsel di triwulan pertama ini.

Termasuk rangkaian pemilu yang berjalan dengan kondusif.

Baca Juga:  Mahasiswa Kalsel Suarakan Keberatan RKUHP

Pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur juga berimbas terhadap kenaikan capaian realisasi investasi Banua.

Sementara secara nasional, Dinas PTSP Kalsel dibebankan target sebesar 19,2 triliun rupiah di 2024 ini.

“Dengan melihat kondisi yang ada, kami yakin target ini akan tercapai. Baru triwulan pertama saja sudah memcapai 7 triliun rupiah,” papar Endri.(mns/K-2)

Iklan
Iklan