Iklan
Iklan
Iklan
OPINI PUBLIK

Keutamaan Istighfar

×

Keutamaan Istighfar

Sebarkan artikel ini

Oleh : David Rizky Saputra
Mahasiswa Universitas Islam Madinah

Istighfar merupakan meminta ampunan kepada Allah Ta’ala, dan ini ibadah yang sangat agung di sisi Allah Ta’ala.

Setiap manusia tidak lepas darinya kesalahan, Allah ta’ala berfirman, “Setiap anak Adam adalah bersalah dan sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat”. [HR. At-Tirmidzi (no. 2499), Ibnu Majah (no. 4251), Ahmad (III/198), al-Hakim (IV/244)]

Kesalahan yang dilakukan baik itu meninggalkan yang wajib atau mengerjakan perbuatan yang Allah haramkan, istighfarlah sebab pengampunan kesalahan atau dosa-dosa kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu…”. (QS. Muhammad : 19)

Dalam ayat ini Allah Ta’ala memerintahkan kepada Nabi-Nya Muhammad Shallahu ‘alaihi wasallam bahwa tidak ada yang hak di sembah kecuali Allah Ta’ala, dan memerintakan untuk beristighfar memohon ampun hanya kepada Allah Ta’ala.

Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wasallam beristighfar pada kesehariannya baik siang maupun malamnya, beliau adalah orang yang diampuni dosa nya yang telah lalu dan yang akan datang, dan sebaik-baik panutan bagi manusia.

Kita lihat bagaimana Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam tidak lepas dari beristighfar kepada Allah Ta’ala dalam hari-harinya.

Disebutkan dalam hadis dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu berkata, “Kami pernah menghitung di satu majelis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seratus kali Beliau mengucapkan, “Ya Rabb-ku, ampunilah aku dan aku bertaubat kepada-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” [HR. At-Tirmidzi (no. 3434), Abu Dawud (no. 1516) dan Ibnu Majah (no. 3814).

Maka seharusnya untuk kita yang bukanlah seorang nabi maupun rasul yang mereka diampuni dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang, hendaknya kita untuk senantiasa dan memperbanyak beristighfar setiap hari, setiap waktunya, dan setiap keadaan, baik kita sedang berkendara, sedang mengantri yang mana waktu itu bisa kita manfaatkan dengan beristighfar, karena pasti ada saja kita lalai ataupun melakukan dosa yang kita tidak menyadari melakukannya, maka istighfar inilah sebab penggugur dosa-dosa kita.

Baca Juga:  Kalsel Dilanda Krisis Moral

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal”. (QS. Ali Imran : 135-136).

Kita lihat bagaimana Sahabat yang mulia Abu Bakar As Shiddiq Radhiyallahu Anhu ketika beliau meminta untuk diajarkan doa yang dibaca ketika salat.

Dalam hadis disebutkan, dari Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata kepada Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam “Ajarkanlah kepadaku doa yang aku baca dalam salatku”. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ucapkanlah : ALLOHUMMA INII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIRO, WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA, FAGH-FIR-LII MAGH-FIROTAN MIN ‘INDIK, WARHAM-NII, INNAKA ANTAL GHOFUURUR ROHIIM.

Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak. Tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu. Kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 834 dan Muslim, no. 2705]

Oleh karena itu seorang hamba sangat membutuhkan istighfar ini dalam setiap waktu dan keadaan, karena seorang tidak luput dari kesalahan baik itu perkataan ataupun perbuatan yang membuat seorang harus bertaubat kepada Allah Ta’ala.

Berikut tiga keutamaan istighfar : 1. Istighfar memberikan kelancaran dunia maupun akhirat. Allah Ta’ala berfirman, “Maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh : 10-12).

Baca Juga:  Memerdekakan Listrik di Kalimantan Selatan

Dalam ayat ini adalah kisah kaum Nabi Nuh ‘Alaihi sallam memerintahkan kepada kaum nya untuk beristigfar memohon ampun kepada Allah, dan setelahnya beliau menyebutkan buah dari istighfar itu, yaitu keberkahan, diturunkannya hujan, diperbanyak harta dan anak-anak, diberkahinya kebun-kebun, dan sungai-sungai; 2. Istighfar menghilangkan penyakit dalam dada. Allah Ta’ala berfirman, “Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud (salat)” (QS. Al Hijr : 97-98); 3. Istighfar penggugur dosa. Janji Allah kepada hamba-Nya bagi siapa yang meminta ampun kepada-Nya disebutkan dalam hadis qudsi,

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdoa dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.”  [HR. at-Tirmidzi (No. 3540)]

Doa seorang hamba kepada Rabb-Nya untuk pengampunan dosa-dosanya dan berharap hanya kepada-Nya dibarengi dengan taubat dari dosa-dosanya yang telah ia lakukan, denganya ia meminta ampun kepada Allah walaupun sebesar dan sebanyak apapun dosanua dan ia selalu mengulanginya, maka jangan berputus asa dari Rahmat Allah.

Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (QS. Az Zumar : 53).

Baca Juga:  Pandemi, Krisis dan Upaya Pemulihan Pasar Kerja

Kunci penggugur dosa seseorang adalah mereka yang senantiasa mentauhidkan Allah. Karena Allah tekankan dalam hadis ini, “Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun”.

Maka dari itu seorang muslim senantiasa untuk beristighfar kepada Allah dalam kondisi apapun, kita berharap kepada Allah ta’ala semoga menjadi penggugur dosa-dosa kita.

Tentu masih banyak lagi diantara faedah dari keutamaan istighfar, semoga bisa disebutkan dikesempatan yang lain, Wallahu ‘alam.

Iklan
Iklan