Iklan
Iklan
Iklan
HEADLINEKuala Kapuas

Teror Buaya Pantai Kembali Datang, Warga Diimbau tak Buang Sampah Mentah

×

Teror Buaya Pantai Kembali Datang, Warga Diimbau tak Buang Sampah Mentah

Sebarkan artikel ini
Warga kembali dihebohkan dengan munculnya seekor buaya yang berjalan di pinggir pantai Angsana. (Kalimantanpost.com/ Repro BKSDA Wilayah Batulicin)

BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Warga kembali dihebohkan dengan munculnya seekor buaya yang berjalan di pinggir pantai Angsana. Hal tersebut sontak membuat pengunjung pantai ketakutan dan enggan untuk beraktivitas di wilayah tersebut.

Menanggapi hal tersebut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Batulicin memberikan imbauan agar masyarakat mengurangi aktivitas di Pantai Angsana.

Kepala Resort Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Burung Sewangi BKSDA Batulicin, Muhammad Tejar, mengatakan jika pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan perangkat desa setempat.

Juga mengingatkan agar warga tidak mandi atau membuang isi perut ternak di pesisir pantai. Khawatirnya, aktivitas ini memicu munculnya kembali buaya,” katanya.

Jika menghitung polanya, diperkirakan saat ini sudah memasuki musim kawin buaya, hal itulah yang membuat buaya sering keluar dan berkeliaran di muara.

Dalam tindaklanjutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BKSDA Kalsel dan tim penyelamatan binatang untuk mengambil tindakan lebih lanjut agar tidak menyerang warga.

“Pihak Polsek Angsana juga sudah memasang imbauan. Kami akan tinjau langsung ke pesisir hingga muara sungai Desa Bunati,” katanya.

Belakangan kemunculan buaya kerap terjadi, tidak hanya Pantai Takisung saja, tapi kali ini di Pantai Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu.

Polsek Angsana pun sigap memasang imbauan itu berupa larangan bermain dan berenang untuk mengantisipasi adanya buaya. Spanduk disebar di dua titik lokasi. Pertama, di muara. Kedua, di pesisir pantai Desa Bunati.

Kapolsek Angsana, Iptu Muhammad Ilham Haqqani mengimbau masyarakat untuk lebih waspada tidak hanya jangan bermain sementara pihaknya juga meminta orang tua supaya mengawasi anak saat bermain di kawasan pantai.

“Spanduk imbauan ini untuk mencegah munculnya korban, apalagi cuaca sedang tak menentu,” ujarnya.(ADV/Dev/KPO-3)

Iklan
Baca Juga:  Gempa 4,8 Magnitudo, 331 Pasien RSUD Sumedang dan 200 Warga Dievakuasi Sementara
Iklan