Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
OPINI PUBLIK

BERWISATA

×

BERWISATA

Sebarkan artikel ini

Oleh : AHMAD BARJIE B

Melakukan perjalanan wisata termasuk menjalankan perintah agama. Allah SWT berfirman, “Dialah Allah yang menjadikan bumi mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjuru dan makanlah sebagian rezekiNya. Dan hanya kepada Allah-lah kamu akan kembali setelah dibangkitkan”. (QS. Al Mulk : 15).

Ketika Kerukunan Keluarga Tabalong (KKT) di Banjarmasin berwisata ke Pantai Batakan Tanah Laut beberapa waktu lalu, Ust H Chairani Idris menerangkan perihal ayat ini. Menurut beliau, ayat ini menyuruh kita melakukan wisata. Saat berwisata, makanlah kuliner yang tersedia di daerah tersebut dan/atau belilah barang kerajinan atau apa saja sebagai oleh-oleh. Namun jangan lupa, sambil berwisata ingat akan kekuasaan Allah yang telah menciptakan keindahan alam. Dan kalau tiba waktu shalat, hendaknya shalat, jangan karena asyik berwisata lantas kewajiban agama terabaikan. Jadi berwisata bukan untuk bersenang-senang tanpa batas, hura-hura dan bergaul bebas.

Di antara fenomena sosial ekonomi keagamaan selama ini adalah semakin banyaknya orang berwisata. Ada berwisata ziarah yang jauh seperti ziarah-ibadah umrah ke tanah suci Makkah dan Madinah, Mesir, Turki. Ada yang berwisata ziarah ke daerah yang relatif dekat seperti ziarah Walilima dan Walisongo di Jawa dan sebagainya.

Di Kalsel, Kalteng dan Kaltim dalam beberapa tahun terakhir juga ada tren ziarah ke makam-makam ulama terkenal. Di Kalsel misalnya ada makam Sultan Suriansyah, Surgi Mufti dan Habib Basirih (Banjarmasin), Datu Kalampayan, Datu Abulung, Guru Sekumpul (Martapura), Datu Abdussamad (Marabahan), Datu Sanggul, Datu Muning, Datu Kabul, dll (Tapin), Datu Taniran (Kandangan), Datu Daha, Habib Ibrahim (Nagara HSS), Datu Kandang Haji (Balangan), Datu Muhammad Nafis (Tabalong) dan lain-lain yang tidak kita sebut satu persatu.

Baca Juga:  KESENJANGAN TATA RUANG DAN TATA WILAYAH

Belum lagi tempat wisata berupa masjid-masjid bersejarah, museum, candi agung, dan banyak lagi. Penulis beberapa kali menjadi pendamping rombongan peziarah ke tempat-tempat tersebut. Rupanya selain memimpin ibadah dan doa-doa, peziarah juga memerlukan informasi kesejarahan tentang tempat-tempat yang dikunjungi.

Bersamaan dengan itu juga sering kita temui masyarakat yang melakukan wisata alam seperti ke Loksado dan berbagai destinasi wisata lainnya di Tanahbumbu dan Kotabaru. Termasuk juga wisata kuliner dan souvenir yang di Kalsel ini cukup kaya dan beragam.

Akhir-akhir ini destinasi wisata religi Kubah Basirih Banjarmasin juga semakin memperoleh perhatian dari Pemerintah pusat dan daerah. Kelurahan Basirih yang di dalamnya terdapat Kubah Basirih mendapatkan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. Dalam penghargaan tersebut wisata religi Kubah Basirih berhasil masuk dalam kategori 50 Desa Wisata Terbaik ADWI 2022. Bahkan wisata religi di Kota Seribu Sungai itu juga berhasil meraih Juara Harapan 1 Kategori Souvenir. Destinasi wisata religi di Kota Banjarmasin yang juga mendapatkan penghargaan ADWI adalah Kampung Kuin (Kelurahan Kuin Kecamatan Banjarmasin (Utara) yang di dalamnya terdapat Masjid Sultan Suriansyah dan Makam Sultan Suriansyah.

Anugerah Desa Wisata Indonesia memberikan apresiasi kepada masyarakat, menggerakkan sektor pariwisata dalam percepatan pembangunan desa, mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi desa. Mendukung pemerintah daerah untuk mengembangkan desa wisata guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya, serta memajukan kebudayaan.

Apa dan di mana pun tempat wisata yang dikunjungi, pada dasarnya sejalan dengan ajaran agama. Ayat 15 surah al-Mulk di atas menjelaskan bahwa Allah swt memang menciptakan bumi ini untuk dikunjungi, dinikmati, dihayati dan dimaknai secara mendalam. Tidak ada yang sia-sia yang terjadi begitu saja. Allah juga mudahkan untuk bepergian, yaitu dengan adanya rezeki dan alat-alat transportasi, yang sekarang ini semakin mudah dan lancar sesuai pilihan dan kemampuan kantong kita membayarnya. Karena itu setiap kali bepergian kita hendaknya bersyukur dan berdoa, dan hal ini juga sudah ada tuntunannya.

Iklan
Iklan