Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Tanah Bumbu

DP3AP2KB Tanbu Gelar Saresehan

×

DP3AP2KB Tanbu Gelar Saresehan

Sebarkan artikel ini

Batulicin, KP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu diwakil Kepala DP3AP2KB Tanah Bumbu, Erli Yuli Susanti melaui Sekretaris DP3AP2KB Kartini, membuka Sarasehan Hasil Pemutakhiran Data Keluarga, senin 24/6/2024. Saresehan yang dilaksanakan dihotel Ebony  ini dihadri Jajaran DP3AP2KB Tanah Bumbu, TP PKK, SKPD, Camat, dan undangan lain.

Kepala DP3AP2KB Tanah Bumbu, Erli Yuli Susanti di wakili Sekretaris DP3AP2KB Kartini, saat membuka kegiatan saresehan mengatakan  Data  merupakan kunci awal kita untuk bergerak melakukan perencanaan kemudian sebagai acuan dalam melakukan kegiatan agar tepat sasaran,” ujarnya. Lebih jauh disamapaikan, pihak DP3AP2KB sebagai pelaksana tugas dari BKKBN melakukan pendataan setiap tahunnya.

Aspek legalitas pendataan keluarga tercantum pada UU Nomor 52 Tahun 2009. Dan PP nomor 87 Tahun 2014 dan UU Nomor 23 Tahun 2014. Data  sangat penting, karena banyak indikatornya. Data telah di gunakan di pusat untuk menentukan perencanaan juga kebijakan oleh Kementerian, karena itu pendataan  di lakukan verifikasi dan validasi. Dan data juga bisa di manfaatkan dengan baik oleh lintas sektor.“Indikator pendataan keluarga, (pengumpulan data primer) tentang data kependudukan, anggota keluarga, keluarga berencana, pembangunan keluarga, dan keluarga resiko stunting,” tambahnya. Adapun tujuan dari pertemuan ini sebutnya, guna menegaskan pentingnya pemanfaatan data sebagai perencanaan dan intervensi.

“Harapannya, data ini bisa di gunakan dengan baik. Terutama dalam upaya penurunan stunting di kawasan Tanah Bumbu,” tandasnya.

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini Sheilia Novitriani dari BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan,Norma Yuni K dari LPPM UNLAM, Kepala BPS Tanah Bumbu Ihsan Nulhakim, Daratul Laila dari Dinkes  Tanah Bumbu. 

Adapun saresehan ini di laksanakan sehubungan telah adanya data terkait hasil pemutakhiran data keluarga tahun 2023 maka diperlukan adanya diseminasi dan sosialisasi hasil pendataan tersebut. Khususnya data keluarga berisiko stunting. (han)

Iklan
Baca Juga:  Kelompok UPPB Terima Sarana Fasilitasi Pengolahan Karet
Iklan