Banjarbaru, Kalimantanpost.com – Pada tahun 2024 melalui anggaran APBN, Peovinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) menerima bantuan 100 hektare lahan untuk budidaya kopi.
Lokasi budidaya kopi berada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Sementara itu, melalui APBD saat ini masih dalam tahap sertifikasi dengan luasan 60 hektare yang tersebar di kabupaten Tanah Laut, Banjar, Hulu Sungai Tengah, Balangan dan Tabalong.
“Bantuan pengolahan pasca panen kita ada di Kabupaten Tanah Laut, akan tetapi setiap daerah penghasil kopi akan diberikan bantuan pengolahan sarana prasarana (sarpras) seperti bantuan bibit dengan pengajuan proposal,” jelas Plt Kepala Bidang Perkebunan Disbunnak Kalsel, Heri Purwanto.
Oleh karena itu, Disbunnak Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong para petani kopi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang budidaya kopi dengan memberikan sosialisasi terkait jumlah bantuan yang diterima hingga bimtek budidaya dan pengolahan kopi.
“Kita berikan edukasi dengan pembekalan peningkatan SDM petani kopi karena kopi ini perlu penanganan yang khusus terlebih saat musim panas,” kata Heri.
Sementara itu, Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, menyebut pihaknya memberikan bantuan bibit kopi gamal sebagai tanaman pelindung dan pupuk.
Selain itu juga diberikan herbisida yang dikembangkan dengan pola supradin (disela tanaman karet) dengan jenis kopi yang ditanam adakah robusta.
“Untuk bantuan bibit diberikan per hektare sebanyak 1.000 bibit.
Pada 2024 telah disalurkan seba nyak 60.000 bibit,” ujarnya.
Melalui program edukasi dan pelatihan (bimtek), petani kopi diharapkan dapat meningkatkan SDM-nya dan dapat menghasilkan kopi yang lebih berkualitas.
“Selain itu juga kopi hasil panen petani dapat meningkat kualitasnya sehingga dapat bersaing di pasaran domestik maupun internasional,” jelasnya. (mns/K-2)