BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menambahkan kuota program nasional pendidikan gratis Sekolah Rakyat bagi anak dari keluarga tidak mampu sebanyak 100 siswa.
Pelaksana Tugas Kepala Dinsos Provinsi Kalsel Gusti Yanuar Noor Rifai di Banjarmasin, Jumat (11/7/2025) mengatakan tambahan kuota 100 anak tersebut untuk pendaftaran Sekolah Rakyat tahap 1C.
Dikatakannya, para calon siswa tersebut terdiri atas 50 siswa jenjang sekolah dasar (SD) dan 50 siswa jenjang sekolah menengah atas (SMA) yang akan mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalsel.
“Pembukaan pendaftaran pada Juli 2025, sedangkan KBM dijadwalkan mulai Agustus 2025,” kata Rifai.
Sebelumnya, Dinsos Provinsi Kalsel telah menerima 225 peserta didik untuk mengikuti pembelajaran Sekolah Rakyat pada tahap pertama awal Juli lalu.
Dijelaskan Rifai, gedung permanen Sekolah Rakyat masih dalam proses pembangunan yang berlokasi di sekitar kawasan RSJ Sambang Lihum, Kabupaten Banjar.
Sementara ini para pelajar Sekolah Rakyat akan mengikuti proses KBM di BBPPKS Sentra Budi Luhur dan BLK Provinsi Kalsel.
“Mayoritas peserta berasal dari keluarga kategori desil 1 dan 2 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTKS). Mereka termasuk kategori miskin yang berhak mendapatkan dukungan,” ujarnya.
Rifai menegaskan program Sekolah Rakyat mendapat dukungan penuh dari Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong agar kuota siswa ditambah sehingga lebih banyak anak dari keluarga miskin bisa mendapatkan akses pendidikan.
Adapun pendaftaran dibuka hingga 12 Juli 2025 dengan syarat antara lain terdaftar pada desil 1 atau 2 DTKS (atau menyertakan SKTM), siap tinggal di asrama, dan untuk jenjang SD diizinkan dari kelas yang sedang dijalani saat ini.
Rifai mengharapkan kehadiran program Sekolah Rakyat dapat memperluas akses pendidikan dan memutus rantai kemiskinan, terutama masyarakat di wilayah pelosok dan daerah kantong kemiskinan. (Ant/KPO-3)