DENPASAR, Kalimantanpost.com – Komisaris Independen Reza Akbar mengatakan upaya menjadikan Bank Kalsel menjadi Bank Devisa karena momen yang sangat tepat.
“Saat ini sudah diterapkan keuangan baru dari OJk yang mewajiban dana hasil ekspor harus mengendap miniman satu tahun di Indonesia,”ungkap Reza Akbar yang juga mantan Kepala Perwakilan OJK Kalsel dan kini terpilih di Komisaris Bank Kalsel, disela2 Media Gathering, bersama puluhaan Jurnalis di Bali, Belum
Lama ini.
Jadi dengan keharusan dana yang mengendap di Bank Kalsel sebagai Bank Devisa selama satu tahun menjadikan potensi dikelola Bank Kalsel, karena perspektif perbankan dianggap dana murah.
Dengan begitu Bank Kalsel bisa mengambil bagian dan bisa memanfaatkan sebagai produk kredit murah yang ditawarkan untuk para nasabah Bank Kalsel, demikian Reza Aulia Komisaris Bank Kalsel Reza Aulia.
Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti mengatakan keinginan pemegang saham untuk mewujudkan Bank Kalsel tak lama lagi bank devisa akhirnya segera terealisasi.
“Rencananya bank devisi ini akan diluncurkan pada triwulan IV 2025 ini,” kata pada Media Gathering, Kamis (16/10/2025), di Hotel J4 Bali, Denpasar.
Mitra mengungkapkan, pihaknya secara bertahap berupaya mewujudkan bank devisa ini, mulai dari studi potensi, kelayakan hingga mengajukan perizinan dan kelengkapan persyaratannya.
“Kita saat ini sedang menyiapkan IT dan SOP untuk persiapan menjadi bank devisa seperti harapan para pemegang saham,” tambahnya.
Ditambahkan, pihaknya berupaya merealisasikan bank devisa ini, karena tidak hanya keinginan Gubernur Kalsel H Muhidin, tetapi juga pengusaha yang ingin menggunakan layanan Bank Kalsel.(ADV/KPO-1)















