BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Provinsi Kalimantan Selatan terus menunjukkan daya saingnya sebagai salah satu destinasi investasi potensial di kawasan timur Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi di Kalimantan Selatan pada Triwulan II tahun 2025 mencapai Rp9,22 triliun, menandakan tren positif di tengah dinamika ekonomi nasional.
Total investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp7,6 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp1,5 triliun.
Secara keseluruhan, terdapat 9.645 proyek investasi yang terealisasi selama periode April hingga Juni 2025, terdiri atas 9.335 proyek PMDN dan 310 proyek PMA.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan, Endri mengatakan, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di daerah.
“Kinerja investasi yang terus meningkat membuktikan bahwa Kalsel mampu menjadi wilayah yang menarik bagi investor, dengan stabilitas ekonomi yang baik serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang,” ujar Endri di Banjarmasin, Senin (20/10/2025).
Menurut Endri, Pemerintah Provinsi Kalsel secara konsisten mendorong percepatan investasi melalui penyederhanaan perizinan, digitalisasi layanan, serta promosi peluang investasi di tingkat nasional dan internasional.
“Kami ingin memastikan setiap calon investor mendapat kemudahan, kepastian, dan keamanan dalam berinvestasi di Kalsel,” ujarnya.
Ditambahkan, dukungan semua pihak sangat penting agar momentum positif ini terus berlanjut.
Secara regional, Kabupaten Tanah Laut mencatat realisasi investasi tertinggi pada triwulan II, mencapai Rp1,49 triliun. Posisi berikutnya ditempati oleh Kabupaten Tanah Bumbu dan Kota Banjarbaru, yang juga menunjukkan peningkatan signifikan di sektor-sektor produktif.
Sementara dari sisi jumlah proyek, Kota Banjarmasin menjadi daerah dengan aktivitas usaha paling tinggi, mencatat 2.179 proyek. Kondisi ini menunjukkan bahwa ibu kota provinsi masih menjadi pusat pergerakan ekonomi dan investasi yang dinamis di Kalsel.
Dari sisi penanaman modal asing, Singapura menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun melalui 11 proyek. Negara tersebut menunjukkan komitmen kuat terhadap sektor-sektor unggulan di Kalimantan Selatan.
Selain Singapura, investor dari Malaysia, Tiongkok, dan Korea Selatan juga turut berkontribusi dalam memperkuat sektor industri, energi, serta perdagangan.
Dari sisi sektor, pertambangan masih menjadi primadona dengan nilai realisasi mencapai Rp3,09 triliun. Disusul sektor perdagangan dan reparasi yang mencatat jumlah proyek terbanyak, yakni 3.131 proyek.
Aktivitas investasi di dua sektor tersebut menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan masih mengandalkan potensi sumber daya alam dan perdagangan jasa sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Namun, Pemprov juga mulai mengarahkan strategi investasi ke sektor berkelanjutan seperti energi terbarukan, industri pengolahan, dan pariwisata hijau.
Endri optimistis capaian Rp9,22 triliun pada triwulan II menjadi modal kuat untuk menjaga tren positif hingga akhir tahun 2025.
Pemprov Kalsel menargetkan peningkatan realisasi investasi pada triwulan berikutnya dengan memperluas promosi di sektor potensial dan memperkuat sinergi dengan pelaku usaha.
“Kami ingin memastikan pertumbuhan investasi di Kalsel tidak hanya besar secara nilai, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan daerah,” tegasnya.
Dengan capaian tersebut, Kalsel menegaskan perannya sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi signifikan terhadap investasi nasional di luar Pulau Jawa. (adv/dev/KPO-4)















