KANDANGAN, Kalimantanpost.com – Gegara sang ibu tak memberi untuk beli rokok, Jikri dalam keadaan mabuk begitu teganya menikam ayah tirinya Pahri yang berusaha melerai hingga tewas.
Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Selatan (HSS) dalam konferensi pers, Kamis (26/3/2026) mengungkapkan kronologis peristiwa itu terjadi, Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 11.00 Wita di depan rumah korban, Fahri Jalan Pihanin Raya, RT 4, Desa Pihanin Raya, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Tersangka Jikri, yang dalam kondisi mabuk pengaruh minuman beralkohol, meminta uang kepada ibu kandung untuk membeli rokok.
Namun uang tidak diberikan, sehingga terjadi cekcok dan pemukulan dengan tangan kosong oleh Jikri kepada ibunya.
Mendengar keributan, korban Pahri keluar dari kamar dengan maksud melerai. Pahri merupakan ayah tiri tersangka Jikri.
Jikri yang terus emosi mengeluarkan sebilah senjata tajam dari balik bajunya. Lalu mengejar Pahri, hingga berhasil menerjang dan menikam berkali-kali sampai korban tidak sadarkan diri.
Warga yang datang ikut melerai, kemudian membawa Pahri ke RSUD Daha Sejahtera. Korban dinyatakan tewas saat proses penanganan medis, akibat luka tusuk yang cukup parah. Fahri mengalami luka di kepala, bawah ketiak, dan tangan.
Anggota Polsek Daha Selatan segera mendatangi lokasi, dan mengamankan Jikri beserta barang bukti.
Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam mengatakan, tersangka saat ini diamankan di Mapolres HSS untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Setelah kejadian, tersangka tidak sempat kabur, dan masih dalam kondisi mabuk,” jelas Kapolres.
Kapolres HSS memberikan atensi, terjadinya pembunuhan dua kali dalam se pekan di Daha Selatan, dengan pelaku dalam kondisi mabuk dan membawa Sajam.
“Selisih dua hari, dalam satu pekan, terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Daha Selatan. Dan ini bermula dari mengkonsumsi minuman beralkohol,” ujar AKBP Awaluddin Syam.
Kapolres mengimbau, masyarakat tidak mengkonsumsi minuman yang mengakibatkan mabuk, dan kebiasaan membawa sajam.
Sebab, hal itu akan mengakibatkan hilang kesadaran, lalu berpikir pendek dan menjadi pelampiasan aksi kriminal.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat, tidak membawa Sajam tanpa kepentingan yang sah.
“Hindari membawa Sajam, percayalah situasi Kamtibmas kondusif, tidak perlu menjaga diri dengan membawa sajam,” pesan Kapolres. (tor/KPO-3)















