RANTAU, Kalimantanpost.com — Pemerintah Kabupaten Tapin memperkuat upaya pencegahan stunting melalui program pemenuhan gizi bagi anak. Melalui kerja sama Tim Penggerak PKK Tapin dan Dinas Sosial Kabupaten Tapin, ribuan telur disalurkan kepada anak yang terindikasi stunting dalam kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH), Selasa (2026), di Aula Kantor Kecamatan Tapin Tengah.
Kepala Dinas Sosial Tapin H Syarifudin menjelaskan, program tersebut difokuskan pada peningkatan kesehatan balita melalui intervensi gizi sederhana namun efektif. Setiap anak penerima manfaat mendapatkan 60 butir telur untuk dikonsumsi secara bertahap.
“Di Kecamatan Tapin Tengah terdapat 216 anak yang menerima bantuan dengan total 12.960 butir telur. Secara keseluruhan di Kabupaten Tapin disalurkan sekitar 63 ribu butir telur,” kata Syarifudin.
Ia menilai pemenuhan gizi melalui konsumsi telur dapat membantu meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan anak.
Pemerintah daerah berharap intervensi ini mampu menekan angka stunting hingga menuju nol kasus di Tapin.
Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari inovasi Bagasing (Bersama Cegah Anak dari Stunting) yang dijalankan TP PKK bersama Dinas Sosial.
Program ini tidak hanya memberikan bantuan pangan bergizi, tetapi juga memperkuat edukasi bagi keluarga penerima manfaat.
Dalam kegiatan P2K2, peserta mendapatkan materi tentang pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai masa krusial bagi tumbuh kembang anak.
“Melalui pemberian 60 butir telur untuk setiap anak serta edukasi kepada keluarga penerima manfaat PKH dan kader posyandu, kami berharap pemenuhan gizi anak semakin baik sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting,” ujar Faridah.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Tapin.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua GOW Tapin Hj Elya Hartati Juanda, Kepala Dinas Kesehatan Tapin Noorifansyah, Kepala DP3A Marsidah, Camat Tapin Tengah Hamzah Assegaf, Plt DPPKB Tapin, serta Ketua PKK Kecamatan Tapin Tengah.
Dengan kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah menargetkan Tapin dapat bergerak menuju zero stunting dalam beberapa tahun ke depan.(abd/KPO-4)















