RANTAU, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kabupaten Tapin terus memperkuat langkah percepatan penanganan stunting melalui kolaborasi Tim Penggerak PKK dan Dinas Sosial.
Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH) yang dirangkai dengan penyaluran bantuan telur bagi anak terindikasi stunting.
Kegiatan tersebut digelar di Kecamatan Binuang dan Hatungun, Kamis (2/4/2026), dengan pusat kegiatan di Kantor Kecamatan Hatungun.
Kegiatan dihadiri Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan KB, Kepala Dinas DP3A Tapin Hj Marsidah, perwakilan Dinas Sosial, Camat Hatungun dan jajaran TP PKK Tapin.
Wakil Ketua PKK Tapin Hj. Elya Hartati Juanda menegaskan, program ini merupakan inovasi daerah bertajuk BAGASING (Bersama Cegah Anak dari Stunting) yang menggabungkan intervensi gizi dan edukasi keluarga.
“Melalui program ini, setiap anak menerima 60 butir telur untuk membantu pemenuhan kebutuhan protein,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan stunting tidak cukup hanya dengan pemberian bantuan pangan, tetapi juga harus dibarengi peningkatan pemahaman keluarga tentang pentingnya gizi seimbang sejak dini.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan anak-anak dapat tumbuh sehat dan risiko stunting bisa ditekan secara signifikan.
Menurutnya, kombinasi intervensi nutrisi dan edukasi menjadi strategi efektif dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Tapin.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tapin, H. Syafrudin mengungkapkan, bantuan yang disalurkan dalam kegiatan ini menyasar ratusan anak di dua kecamatan.
Di Kecamatan Binuang, bantuan diberikan kepada 131 anak dengan total 7.860 butir telur. Sedangkan di Kecamatan Hatungun, sebanyak 54 anak menerima 3.240 butir telur.
“Bantuan ini ditujukan untuk anak-anak yang terindikasi stunting agar kebutuhan gizinya dapat terpenuhi secara bertahap,” jelasnya.
Ia berharap intervensi tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap perbaikan status gizi anak, sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini.
Program kolaboratif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Tapin dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menekan angka stunting menuju target nol kasus di daerah. (abd/KPO-4)















