RANTAU, Kalimantanpost.com — Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin bersama Dinas Sosial menyalurkan ribuan telur ayam ras kepada anak-anak yang terindikasi berisiko stunting di Kecamatan Tapin Utara, Rabu (11/3/2026).
Bantuan gizi tersebut diserahkan dalam kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH) yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tapin Utara.
Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan Wakil Ketua TP PKK Tapin, Hj Elya Hartati Juanda, kepada sejumlah anak penerima manfaat.
Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Tapin Noorifansyah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencanan Ibu Atik, Camat Tapin Utara Ivada Chandra Sari, serta jajaran pengurus PKK kabupaten dan kecamatan.
Hj Elya Hartati Juanda menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui inovasi BAGASING (Bersama Cegah Anak dari Stunting) yang digagas TP PKK bersama Dinas Sosial Kabupaten Tapin.
Melalui program itu, setiap anak yang terindikasi berisiko stunting menerima bantuan 60 butir telur ayam ras sebagai tambahan asupan protein. Selain bantuan pangan, para keluarga penerima manfaat juga mendapatkan edukasi dalam kegiatan P2K2 mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Program ini diharapkan membantu pemenuhan gizi anak sekaligus menambah pengetahuan keluarga tentang pencegahan stunting,” ujar Elya.
Ia menambahkan, intervensi gizi dan edukasi kepada keluarga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menekan angka stunting di Kabupaten Tapin.
“Upaya ini bagian dari komitmen bersama menuju Tapin bebas stunting atau zero stunting,” katanya.
Kabid Linjamsos Dinas Sosial Tapin, Hj Isnaniah menjelaskan, penyaluran bantuan kali ini menyasar anak-anak yang telah teridentifikasi berisiko stunting di wilayah Kecamatan Tapin Utara.
Menurut dia, sebanyak 46 anak menerima bantuan dengan masing-masing memperoleh 60 butir telur ayam ras. Dengan demikian total telur yang disalurkan mencapai 2.760 butir.
“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh keluarga penerima sehingga kebutuhan gizi anak terpenuhi dan kondisi kesehatannya semakin membaik,” ujar Aslamiah.
Ia berharap program kolaborasi antara TP PKK dan Dinas Sosial tersebut dapat berkelanjutan sehingga upaya pencegahan stunting di Kabupaten Tapin semakin optimal. (abd/KPO-4)















