Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

BERSAING

×

BERSAING

Sebarkan artikel ini
AHDIAT GAZALI RAHMAN
H. AHDIAT GAZALI RAHMAN

Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Asal kata saing, yang meneurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti berlomba (atas-mengatasi, dahulu-mendahului). Dalam dunia modrn sekarang persaingan sudah dianggap biasa mereka yang, mereka yang tidak berani bersaing akan mengelami kegagalan dan berlakuk sebaliknya, persaingan tidak hanya dalam usaha bisnis, tapi mencakup semua aspic kehidupan, dalam pendidikan ada persdaingan, dalam mencari pekerjaan ada persaiangan, dalam merintis karer ada persaigan, demikian dalam perdagangan semua harus diliwati dalam bersaingan.

Kalimantan Post

Bersaing melahirkan persaingan. Persaingan menurut hukum Islam merupakan kompetisi yang diper bolehkan, asalkan persaingan itu dilaksanakan secara sehat, akan tetapi apabila persaingan yang dilaksanakan itu bersifat curang dalam rangka mengambil keuntungan, dan merugoikan orang lain Islam melarangnya. Dalam usaha tak boleh melakukan monopoli sehingga harga dapat ditaruh semua gue, dalam karir jangan ada kolusi korupsi dan nepotisme (KKN), sehingga dalam menentukan seorang berkarer bukan karena kecakapannya tapi karena uang sogok, kekerabatan atau hal lain, yang merugikan orang lain, persaingan seharusnya dilaksanakan dengan berpedoman pada suatu kriteria yang sangat obyektif, sehingga tidak merugikan orang lain. Jika demikian, bersaing seolah pertandingan olah raga tim, regu, peserta yang baik pasti akan berhasil dan berlaku sebaliknya.

Menjadi seorang pesaing harus punya karakter yang proaktif, penuh semangat, dan bisa memulai sesuatu sendiri. Jiwa perintis ini menjadi bagian penting untuk Anda bisa sukses dalam persaingan. Butuh waktu untuk memenangkan persaingan, komitmen untuk berjuang dan terus berupaya hingga mencapai kesuksesan memenangkan persaingan.

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dalam rangka persaingan, yakni :

  1. Kapasitas diri. Bila ingin memulai persaingan, pilihlah yang tidak jauh dari skil dan talenta yang Anda miliki. Jangan terlalu mudah terbawa dan fokus pada sesuatu yang sedang trend dibicarakan. Jangan sampai hanya sekadar mengikuti persaingan tanpa memahami apa yang kita meliki dan apa dimana keunggulan kita dibandingkan orang lain.
  2. Berani mengambil tindakan. Setelah memiliki pengetahuan, kunci berikutnya adalah berani mengambil tindakan. Anda harus mengambil tindakan dan tidak membiarkan konsep kita hanya berkutat dalam konsep saja. Konsep yang kita siapkan dalam bersaingan harus kita tampilkan maksimal, semoga itu konsep baru dan tindakan baru, sehingga orang lain akan menilai kemampuan lebih dari orang lain.
  3. Kesabaran dan kegigihan. Menjadi faktor keberhasilan dalam persaingan selanjutnya. Anda dituntut untuk bisa bersabar menghadapi berbagai masalah yang muncul di kemudian hari. Selain itu, sabar dibutuhkan untuk menghadapi para pesaing lain, masyarakat, daerah, Negara, bahkan dunia ayang akan menilai tentang apa yang diperkenalkan, diperjuangkan. Kegigihan punya wujud serupa kesabaran dalam Persaingan. Kita harus bisa menghadapi segala macam kondisi yang terjadi seperti fitnah, pembohongan, pemutar balik fakta, ketidakadilan dan bermacam-macam kecurangan.
  4. Berdoa pada yang Maha Kuasa, agar berhasil dalam persaingan sangat perlu memohon pada pencipta sebab harus yakin apa yang dikerjakan akan bernilai jika itu sejalan dengan keinginan Allah SWT, dengan kata lain manusia hanya berusahan tapi Allah yang kuasa yang menentukan sebagaimana firmanNya, “…dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). “Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”. (QS. An Najm : 39-40)
Baca Juga :  Ketika Tulisan Menjadi Warisan Abadi
Iklan
Iklan