Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Cetak Sejarah, ULM Jadi Kampus Pertama Gelar Tes IELTS di Kalimantan Selatan

×

Cetak Sejarah, ULM Jadi Kampus Pertama Gelar Tes IELTS di Kalimantan Selatan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260405 WA0038 e1775386542934
TES IELTS - Tim UPA Bahasa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) saat melaksanakan tes IELTS di Banjarmasin. (Kalimantanpost.com/repro ULM).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mencetak sejarah sebagai kampus pertama yang menggelar tes International English Language Testing System (IELTS) di Kalsel.

Hal tersebut dilakukan Unit Pelaksana Akademik (UPA) Bahasa ULM sukses menyelenggarakan IELTS melalui kolaborasi strategis dengan IALF Bali pada Sabtu (4/4/2026).

Kalimantan Post

Hadirnya layanan ini menjadi angin segar bagi para pejuang beasiswa dan praktisi profesional di wilayah Kalimantan, yang selama ini harus menyeberang ke Pulau Jawa hanya untuk mendapatkan sertifikasi bahasa Inggris resmi yang diakui secara global.

Kepala UPA Bahasa ULM, Noor Eka Chandra mengatakan, kehadiran pusat tes ini adalah jawaban atas tingginya kebutuhan masyarakat untuk merambah kancah internasional.

“Sertifikasi IELTS merupakan syarat mutlak untuk menembus universitas ternama di Australia, Amerika, hingga Eropa,” kata Candra.

“Kami ingin civitas akademika dan masyarakat cukup mengambil tes di Banjarmasin. Tidak perlu lagi terbebani ongkos besar ke luar pulau. Di ULM, biaya murni sesuai standar internasional IALF dan IELTS, yakni Rp3,5 juta,” tambahnya.

Pelaksanaan tes perdana ini diikuti 18 peserta. Didominasi dari kalangan dosen untuk mempersiapkan studi lanjut, serta mahasiswa dan siswa sekolah menengah yang mengejar peluang beasiswa luar negeri. 

Ujian berlangsung dengan standar operasional ketat, meliputi sesi tertulis (Listening, Reading, Writing) selama 3 jam, serta sesi Speaking selama 10 hingga 15 menit. Guna menjaga validitas skor, sesi bicara diuji langsung oleh Native Speaker Examiners (penguji penutur asli) dari IALF Bali.

Penyelenggaraan perdana ini jelas menarik minat peserta dari berbagai latar belakang. Contohnya saja, Yahya Al Abrar yang merupakan lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP ULM.

Sebagai lulusan yang akrab dengan dunia pengajaran bahasa, Yahya mengapresiasi kesiapan teknis panitia, terutama pada sesi ujian daring.

Baca Juga :  "Himung Banar Betamuan", Paman Birin Puji Kekompakan Bubuhan Banjar di Perantauan

“Awalnya mendebarkan karena saya khawatir panggilan videonya buram atau instruksinya tidak jelas. Namun ternyata semua berjalan sangat baik. Saya sangat menikmati pengalaman tes di sini,” ungkap Yahya.

Sementara, mahasiswa semester akhir Fakultas Kedokteran ULM, Gastin mengungkapkan, tes di universitas sendiri memberikan kenyamanan psikologis bagi peserta.

“Kapan lagi bisa tes di kampus sendiri? Pengalamannya menyenangkan dan tidak ada tekanan sama sekali. Semoga ke depan semakin banyak mahasiswa ULM yang mendaftar,” tutur Gastin.

Menariknya, daya jangkau fasilitas ini justru melampaui batas provinsi. Satu diantaranya, Emeral. Peserta asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang berprofesi sebagai dosen ini memilih menempuh jalur darat ke Banjarmasin sebagai alternatif yang lebih efisien dibanding harus terbang ke Jakarta.

“Pertama kali ikut IELTS di Banjarmasin. Alhamdulillah lancar dan panitianya sangat bagus. Saya berharap tes ini terus dilaksanakan di sini,” kata Emeral.
Hadirnya lokasi tes di Banjarmasin membuktikan komitmen ULM dalam menyediakan layanan pendidikan berkualitas yang aksesibel, terutama menjadi pusat pengembangan bahasa dan lokasi tes IELTS rutin bagi masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan, Tengah, hingga Timur. (adv/lyn/KPO-4).

Iklan
Iklan