Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
EkonomiHEADLINEKalselNusantara

Membanggakan, Anggota Persit KCK Cabang XXVII Kotabaru Lestarikan Budaya Banjar Melalui UMKM

×

Membanggakan, Anggota Persit KCK Cabang XXVII Kotabaru Lestarikan Budaya Banjar Melalui UMKM

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 04 06 at 16.03.25 1 e1775470625300

KOTABARU Kalimantan Post.com – Membanggakan, Anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVII Dim 1004/Kotabaru, Korem 101/Antasari, PD XII/Tambun Bungai, lestarikan budaya Banjar.

Di tengah hamparan laut yang membiru dan kehidupan masyarakat pesisir yang kental dengan tradisi. Semangat pelestarian budaya terus tumbuh. N. Rabiatul Huriah Istri dari Letda Inf Nurdin Joni, melalui UMKM yang bernama Kirana Sasirangan Todak, berdiri sejak 15 Juni 2020.

Kalimantan Post

Ia menghadirkan kain sasirangan bermotif ikan todak yang sarat makna dan identitas daerah.
Berawal dari kecintaan terhadap budaya Banjar, usaha sasirangan tersebut dikembangkan tidak hanya sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan leluhur.

Baginya, sasirangan bukan sekadar kain bermotif indah, melainkan simbol sejarah dan jati diri masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel).Proses pembuatan sasirangan dilakukan dengan teknik jelujur atau dalam bahasa Banjar disebut sirang. Kain dijelujur mengikuti pola tertentu, kemudian diikat dan melalui proses pewarnaan hingga menghasilkan motif khas.

Tahapan tersebut membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta keahlian khusus agar warna dan motif yang dihasilkan tampak harmonis dan bernilai estetika tinggi.

WhatsApp Image 2026 04 06 at 16.03.25 2

Motif ikan todak yang diangkat memiliki filosofi mendalam. Dalam cerita rakyat setempat, ikan todak dikenal sebagai simbol keberanian dan ketangguhan.

Legenda tentang keterkaitan ikan todak dengan terbentuknya Pulau Laut turut memperkaya nilai historis motif tersebut.

Tak heran jika ikan todak menjadi salah satu ikon yang merepresentasikan Kabupaten Kotabaru. Lebih dari itu, karya sasirangan ini juga mengandung semangat Sa-ijaan, semboyan Kabupaten Kotabaru yang berarti satu tujuan dan seia sekata.

Filosofi tersebut mencerminkan persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam membangun daerah. Nilai inilah yang ingin disampaikan melalui setiap helai kain yang diproduksi.”Ini bukan sekadar usaha, tetapi bagian dari menjaga budaya Banjar agar tetap hidup dan dikenal generasi muda,” ujar Rabiatul Huriah.

Baca Juga :  Mengurung Sepanjang Pertandingan, Indonesia Kalah 0-1 Atas Bulgaria di FIFA Series 2026

Seiring perkembangan zaman, inovasi terus dilakukan. Motif tradisional dipadukan dengan sentuhan modern seperti bordir dan payet.Produk sasirangan pun berkembang menjadi berbagai bentuk, mulai dari busana, selendang, tas, hingga aksesori.  Dengan kualitas yang terus ditingkatkan, produk ini memiliki daya saing dan diminati berbagai kalangan.

Sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana, peran tersebut menjadi wujud nyata kontribusi perempuan dalam membantu perekonomian keluarga tanpa meninggalkan tugas utama sebagai pendamping prajurit TNI Angkatan Darat dan ibu rumah tangga.

Semangat pemberdayaan ini sejalan dengan upaya organisasi dalam mendukung kemandirian anggota. Sasirangan motif ikan todak kini bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga simbol kebanggaan Banua.

Melalui sentuhan kreativitas dan semangat Sa-ijaan, warisan budaya Kotabaru diharapkan terus berkembang, dikenal lebih luas dan tetap menjadi identitas yang mengakar kuat di tengah arus modernisasi. (*/KPO-2)

Iklan
Iklan