RANTAU, Kalimantanpost.com – Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Sawaja, Kecamatan Candi Laras Utara (CLU), Kabupaten Tapin, resmi dimulai melalui tahapan ground breaking, Senin (6/4/2026). Jembatan dibangun untuk memudahkan dan menjadi penghubung vital antar wilayah yang sebelumnya keadaan jembatan rusak.
Proyek tersebut atas perintah Presiden RI digarap langsung TNI Kodim 1010 Tapin berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Komandan Kodim 1010 Tapin, Letkol Inf Dimas Yamma Putra, menegaskan proyek tersebut merupakan bagian dari program nasional untuk memperluas akses masyarakat hingga ke wilayah terpencil. Desa Sawaja Kec CLU dipilih karena kebutuhan mendesak terhadap sarana penghubung yang layak.
“Jembatan ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama mempermudah mobilitas ke sekolah, tempat kerja, hingga lahan pertanian,” ujarnya.
Menurut Dimas, pendanaan berasal dari pemerintah pusat, sementara pelaksanaan dilakukan oleh TNI dengan pengawasan pemerintah daerah. Pembangunan juga melibatkan tenaga masyarakat setempat, sehingga memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Target kami akhir April sudah selesai dan bisa langsung dimanfaatkan,” katanya.
Kepala Seksi Logistik (Kasilog) Korem 101/Antasari, Kolonel Inf Setiawan Nur Prakoso, menyebut pembangunan Jembatan Garuda sebagai wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Infrastruktur ini diharapkan memperlancar arus transportasi sekaligus meningkatkan taraf hidup warga.
“Mobilitas yang lancar akan berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan masyarakat. Ini memang fasilitas yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tapin H Yamani diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tapin, Zainal Abidin, menilai keberadaan jembatan akan memangkas waktu tempuh secara drastis.
Jika sebelumnya perjalanan antar desa memakan waktu setengah jam, kini dapat ditempuh sekitar 15 menit.
“Efisiensi waktu ini akan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan akses pendidikan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah daerah mendukung penuh keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur, mengingat manfaatnya telah dirasakan langsung oleh warga di berbagai wilayah.
“Harapannya, setelah selesai, jembatan ini benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.
Dengan target penyelesaian yang singkat dan dukungan berbagai pihak, Jembatan Garuda diharapkan menjadi pengungkit konektivitas sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat di pelosok Tapin.(abd/KPO-3)















