Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

1.490 Warga Belajar Dikukuhkan, Pemkot Banjarbaru Tekan Angka Putus Sekolah

×

1.490 Warga Belajar Dikukuhkan, Pemkot Banjarbaru Tekan Angka Putus Sekolah

Sebarkan artikel ini
Hal 6 3 KLM BJB 2 13
PENDIDIKAN KESETARAAN – Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Abdul Basid mengukuhkan warga belajar program Paket A, Paket B, dan Paket C di Aula Widyatama Disdik Kota Banjarbaru, Selasa (23/6/2026). (KP/Devi)

Banjarbaru, KP – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Sebanyak 1.490 warga belajar program Paket A, Paket B, dan Paket C dikukuhkan di Aula Widyatama Disdik Kota Banjarbaru, Selasa (23/6).

Peserta berasal dari sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang tersebar di Kota Banjarbaru. Program pendidikan kesetaraan tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menekan angka anak tidak sekolah dan anak putus sekolah.

Kalimantan Post

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Abdul Basid mengatakan, peserta yang dikukuhkan terdiri atas lulusan Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.

“?Total secara keseluruhan berjumlah 1.490 warga belajar yang pada hari ini dikukuhkan sesuai dengan jenjangnya. Ini merupakan salah satu upaya Pemkot Banjarbaru untuk menangani permasalahan anak tidak sekolah ataupun anak putus sekolah,” ujarnya.

Menurut Basid, program pendidikan kesetaraan dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan lembaga pendidikan nonformal. Saat ini terdapat delapan lembaga penyelenggara di Banjarbaru, terdiri atas satu SKB negeri dan tujuh PKBM yang dikelola yayasan maupun swasta.

“Ribuan peserta didik selama ini mendapatkan pembelajaran melalui PKBM dan SKB dan pada hari ini mereka kita lepas sesuai dengan jenjang,” katanya.

Ketua Forum PKBM Kota Banjarbaru Ita Fitriyati menjelaskan, jumlah lulusan tahun ajaran 2025/2026 mencapai 1.447 orang yang tersebar di berbagai lembaga pendidikan kesetaraan. Namun, karena keterbatasan kapasitas tempat, prosesi pengukuhan hanya diikuti perwakilan dari masing-masing PKBM dan SKB.

“Jumlah lulusan di setiap PKBM dan SKB berbeda-beda. Yang mengikuti pengukuhan hari ini hanya perwakilan, ada yang sekitar 20 orang, 30 orang, hingga 80 orang,” ujarnya.

Baca Juga :  Parkir Samsat Banjarbaru Berpolemik

Ia mengatakan, sistem pembelajaran di setiap lembaga disesuaikan dengan karakteristik warga belajar dan kondisi masing-masing penyelenggara. Sejumlah PKBM bahkan bekerja sama dengan pondok pesantren sehingga jadwal pembelajaran menyesuaikan aktivitas santri.

Salah seorang lulusan Paket C dari PKBM Harapan Baru, Muhammad Maulana, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan melalui jalur kesetaraan. Menurutnya, proses belajar berlangsung lancar dan memberikan pengalaman yang berkesan.

“Alhamdulillah selain bisa lulus, saya juga bisa berprestasi. Rasanya sangat senang dan terharu,” ucapnya.

Melalui program pendidikan kesetaraan, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan, meningkatkan kompetensi diri, serta memperoleh peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. (Dev/K-5)

Iklan
Iklan